UINFAS Bengkulu Optimalkan Kawasan Eks STQ: Masjid Direhabilitasi, Lahan Kosong Dijadikan Ruang Hijau

UINFAS Bengkulu — Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus melakukan pembenahan dan optimalisasi fasilitas yang berada di kawasan Eks Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dengan luas lahan mencapai 73 hektare. Upaya ini dilakukan untuk menghidupkan kembali bangunan dan lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal agar dapat menunjang kegiatan akademik serta kepentingan masyarakat.

Dalam waktu dekat, pihak fakultas bersama pengelola kampus akan melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas di kawasan tersebut, termasuk masjid dan gedung-gedung penunjang lainnya. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam menciptakan lingkungan kampus yang representatif, fungsional, dan berkelanjutan.

Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Sri Ihsan, M.Pd., saat melakukan peninjauan langsung ke Gedung STQ, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas yang ada di kawasan tersebut.

“Wilayah ini memiliki luas sekitar 73 hektare, salah satunya adalah kawasan STQ. Di sini terdapat beberapa bangunan yang dapat dikatakan belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, melalui program yang telah kami siapkan, masjid ini akan difungsikan sebaik mungkin untuk mendukung kegiatan Fakultas Tarbiyah,” ujarnya.

Masjid di kawasan Eks STQ tersebut direncanakan akan digunakan sebagai sarana ibadah mahasiswa sekaligus sebagai tempat praktik ibadah kemasyarakatan. Saat ini, proses pembersihan dan persiapan terus dilakukan agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan.

Selain rehabilitasi masjid, pembenahan juga menyasar gedung-gedung STQ lainnya serta lahan kosong di sekitar kawasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk program penghijauan guna menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman.

“Lahan yang masih kosong akan kita manfaatkan untuk penghijauan. Selain itu, fasilitas SPG juga akan kita benahi agar dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat, baik untuk kegiatan olahraga maupun oleh mahasiswa dan dosen,” tambah Sri Ihsan.

Terkait jadwal rehabilitasi masjid, pembangunan direncanakan akan dimulai pada awal Februari. Selama masa persiapan, kegiatan pembersihan dan penataan kawasan dilakukan secara rutin setiap hari agar proses revitalisasi berjalan maksimal. Ke depan, kawasan Eks STQ diharapkan dapat berkembang menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi civitas akademika UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu serta masyarakat luas.