UINFASBengkulu— Pemerintah Kota Bengkulu bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Kementerian Agama Kota Bengkulu melaksanakan kegiatan pemetaan lokasi penanaman pohon bagi calon pengantin pada kawasan seluas kurang lebih 10 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan serta penguatan nilai-nilai ekoteologi di tengah masyarakat.

Program tersebut merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Bengkulu melalui sektor infrastruktur dan lingkungan, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui pengembangan Green Campus dan Green Garden sebagai sarana edukasi serta literasi lingkungan, serta Kementerian Agama Kota Bengkulu melalui program penanaman pohon bagi calon pengantin.
Pemetaan lokasi penanaman dilakukan langsung oleh Kepala Bagian Umum UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Sri Ihsan, bersama Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perencanaan kawasan hijau terpadu yang dikelola secara terarah dan berkelanjutan.
Lahan seluas 10 hektare tersebut dirancang sebagai kawasan multifungsi yang akan dikembangkan secara bertahap. Pengembangan kawasan meliputi Green Campus, Green Garden, serta area edukasi dan literasi lingkungan yang berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan, peningkatan kesadaran ekologis, dan praktik nyata pelestarian lingkungan.
Penanaman pohon akan dilaksanakan secara bertahap oleh para calon pengantin sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian alam sejak awal membangun keluarga. Program ini sekaligus menjadi implementasi nyata nilai-nilai ekoteologi dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini akan didampingi dan diawasi oleh Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Kementerian Agama Kota Bengkulu, serta melibatkan komunitas hijau dari kalangan mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memperkuat peran generasi muda dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Kepala Bagian Umum UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Sri Ihsan, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan kampus hijau yang terencana.
“Pemetaan ini merupakan tahap awal untuk memastikan pengelolaan kawasan dilakukan secara terencana, terukur, dan berkelanjutan. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai ruang hijau yang memiliki nilai edukatif dan ekologis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Fadilah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari gerakan ekologis jangka panjang.
“Program penanaman pohon bagi calon pengantin ini merupakan bentuk integrasi antara nilai keagamaan, pendidikan, dan kepedulian lingkungan. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama, kawasan ini diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Ke depan, kawasan tersebut akan terus dikembangkan sebagai ruang hijau terpadu, pusat pembelajaran lingkungan, serta model implementasi program ekoteologi yang dapat direplikasi di berbagai wilayah di Kota Bengkulu.
