Semarang — Perpustakaan Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno (FAS) Bengkulu melaksanakan kegiatan benchmarking ke Perpustakaan UIN Walisongo Semarang pada 29–30 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dan pengembangan layanan perpustakaan berbasis teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Benchmarking tersebut bertujuan untuk menggali praktik terbaik (best practices) pengelolaan perpustakaan modern yang telah diterapkan oleh Perpustakaan UIN Walisongo Semarang, terutama dalam pengembangan layanan digital, sistem otomasi perpustakaan, serta integrasi teknologi AI guna mendukung kebutuhan akademik sivitas akademika.
Rombongan Perpustakaan Pascasarjana UIN FAS Bengkulu yang dipimpin oleh Dr. Sutriono, S.IPI., M.Pd.I., selaku penanggung jawab Perpustakaan Pascasarjana, disambut langsung oleh Kepala Perpustakaan UIN Walisongo Semarang, H. Umar Fallahul Alam, S.Ag., S.S., M.Hum., bersama jajaran pustakawan.
Dalam sesi diskusi dan pemaparan, Perpustakaan UIN Walisongo Semarang menjelaskan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi informasi, mulai dari pemanfaatan AI dalam penelusuran informasi ilmiah, pengelolaan repositori institusi, hingga pengembangan layanan referensi digital yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan pengguna.

Dr. Sutriono menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan transformasi digital di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Menurutnya, penerapan layanan berbasis AI diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, efisiensi pengelolaan informasi, serta memberikan pengalaman baru yang lebih optimal bagi mahasiswa dan dosen pascasarjana.
“Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat layanan informasi yang cerdas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Hasil benchmarking ini akan menjadi referensi penting bagi kami dalam mengembangkan layanan perpustakaan pascasarjana berbasis AI di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Pascasarjana UIN FAS Bengkulu berharap dapat mengadopsi dan menyesuaikan berbagai inovasi yang telah diterapkan oleh Perpustakaan UIN Walisongo Semarang, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama antarperpustakaan perguruan tinggi Islam. Ke depan, hasil benchmarking ini akan ditindaklanjuti melalui perencanaan dan implementasi layanan perpustakaan berbasis AI guna mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
(Tri/2026)
