You are currently viewing Gerakan Ekoteologi Janji Hijau UINFAS Bengkulu: Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Asri dan Berkelanjutan

Gerakan Ekoteologi Janji Hijau UINFAS Bengkulu: Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kota Asri dan Berkelanjutan

UINFASBengkulu – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu bersama Pemerintah Kota Bengkulu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, dan Kementerian Agama Kota Bengkulu menggelar Gerakan Ekoteologi Janji Hijau melalui kegiatan penanaman pohon bersama bertema “Dari Iman Tergerak Tindakan, Dari Pohon Tersemai Harapan”. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi Eks STQ, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor II UIN FAS Bengkulu, Kepala LPPM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, para Kepala KUA, penyuluh, serta Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bengkulu, Adriansyah, menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon ini selaras dengan visi Pemerintah Kota Bengkulu dalam mewujudkan kota yang bersih, indah, sehat, dan aman.

“Program ini juga terintegrasi dengan gerakan BISA yang ditujukan kepada calon pengantin untuk menanam pohon buah, serta program SAPO SURUH (Satu Pohon Satu Rumah) melalui penanaman pohon nangka. Program ini tidak dapat berjalan tanpa dukungan masyarakat dan lintas instansi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Gerakan Ekoteologi Janji Hijau sangat mendukung program-program Pemerintah Kota Bengkulu. “Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Harapannya, penanaman pohon tidak hanya bersifat simbolis, tetapi terus berkelanjutan, dirawat, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang serta menjadikan lingkungan lebih asri,” tambah Adriansyah.

Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Zubaedi, M.Pd., menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui integrasi nilai agama dan kepedulian ekologis.

“Peran kita sebagai masyarakat adalah menjadi agen perubahan dengan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan. Kami juga berupaya mengajak ASN dan calon pengantin untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan penanaman pohon ini. UIN FAS Bengkulu siap menjadi mitra strategis dalam mendukung kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah kota,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd., M.Pd., menilai kolaborasi antara UIN, penyuluh, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini.

“Gagasan ini merupakan hasil kolaborasi yang tepat. UIN menyediakan lahan, sementara penyuluh menghadirkan tanaman sesuai program unggulan. Pohon yang ditanam oleh calon pengantin ini kami sebut sebagai ‘pohon cinta’. Jika berjalan optimal, akan ada sekitar 6.000 pohon yang ditanam dan berpotensi menjadi kawasan wisata buah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen bersama untuk merawat tanaman yang telah ditanam. “Keunggulan lokasi UIN adalah adanya sistem perawatan dan pengawasan, sehingga program ini berpeluang besar untuk berhasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Kota, UIN, KUA, hingga PSLH yang terus mendukung sehingga program lintas sektor ini dapat berjalan sesuai harapan,” tutupnya.

Melalui Gerakan Ekoteologi Janji Hijau, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, sekaligus memperkuat sinergi antara nilai keagamaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Bengkulu.