You are currently viewing Rektor UINFAS Bengkulu: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Bekal untuk Terus Belajar dan Beradaptasi

Rektor UINFAS Bengkulu: Gelar Akademik Bukan Tujuan Akhir, Melainkan Bekal untuk Terus Belajar dan Beradaptasi

UINFAS Bengkulu – Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu menggelar Wisuda ke-XII bagi lulusan sarjana, magister, dan doktor di halaman Gedung Rektorat UINFAS Bengkulu, Rabu (15/4/2026). Sebanyak 600 mahasiswa resmi diwisuda dalam momentum penuh khidmat tersebut.

Adapun rincian lulusan yang diwisuda meliputi Program Pascasarjana sebanyak 48 orang, Fakultas Syariah 119 orang, Fakultas Tarbiyah dan Tadris 223 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 126 orang, serta Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) sebanyak 104 orang.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan universitas, senat, dosen, serta tamu undangan dari berbagai instansi, di antaranya perwakilan perbankan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kanwil Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu, serta para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta.

Rektor UINFAS Bengkulu Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari doa dan dukungan berbagai pihak.

“Kami merasa bangga telah mewisuda 600 lulusan hari ini. Ini adalah buah dari doa dan perjuangan bersama, mulai dari orang tua, dosen, pimpinan, hingga seluruh civitas akademika,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah, melainkan penanda berakhirnya satu fase penting sekaligus awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi penanda bahwa saudara telah menyelesaikan satu fase penting dalam kehidupan dan kini memasuki babak baru yang penuh tantangan dan peluang,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa para lulusan akan menghadapi era perubahan yang sangat cepat, baik dalam dunia kerja, pola interaksi manusia, hingga cara memahami kebenaran di tengah derasnya arus informasi, khususnya di media sosial.

“Kita hidup di era perubahan yang sangat cepat. Dunia kerja berubah, cara manusia berinteraksi berubah, bahkan cara memahami kebenaran pun mengalami dinamika luar biasa. Oleh karena itu, gelar akademik bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal awal untuk terus belajar dan beradaptasi,” tegasnya.

Rektor juga berpesan agar para lulusan tidak hanya menjadi insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepribadian yang matang.

“Kami berharap saudara tidak hanya menjadi lulusan yang cerdas, tetapi juga kuat dalam integritas dan matang dalam kepribadian. Ingatlah, ilmu tanpa moral hanya akan melahirkan kecerdasan yang kering. Jadilah insan yang tidak hanya pintar, tetapi juga benar dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Dalam penutupnya, Rektor mengangkat nilai kearifan lokal sebagai pedoman hidup bagi para lulusan.

“Dalam khazanah kearifan lokal, kita mengenal ungkapan adigang, adigung, adiguna—sebuah pengingat agar manusia tidak sombong atas kekuatan, kekuasaan, maupun kepintaran yang dimilikinya. Maka, bawalah ilmu dengan kerendahan hati dan gunakanlah untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.

Pelaksanaan wisuda yang digelar di ruang terbuka halaman rektorat ini berlangsung dengan penuh khidmat dan disaksikan oleh orang tua, keluarga wisudawan, serta para tamu kehormatan, menjadikannya momen bersejarah bagi seluruh lulusan UINFAS Bengkulu tahun 2026.