UINFAS Bengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama program pendidikan kebanksentralan yang dirangkaikan dengan kuliah umum Bank Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Auditorium UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Provinsi Bengkulu, Rabu (22/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. H. Kharuddin, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu Dr. Susiyanto, M.Si, Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsa, M.Pd, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas Bengkulu Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si., M.Sc., Ph.D, Kepala Biro AUPK UIN FAS Mirwan Fasta, serta dosen, bagian kerja sama yang dikomandoi oleh Wakil rektor III Dr. Rahmad Ramdhani, M.Sos, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Bengkulu.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi bersama Bank Indonesia merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.



“Pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk membangun masa depan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Rektor.
Ia juga menekankan bahwa kemitraan ini memiliki tiga pilar utama, yakni peningkatan literasi, penguatan kapasitas akademik, dan pengembangan ekosistem riset.
“Kolaborasi lintas institusi yang kita bangun hari ini adalah jawaban atas tantangan zaman. Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, dalam kuliah umum menyampaikan pentingnya peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mendorong literasi kebanksentralan di kalangan mahasiswa.
Ia mengungkapkan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat dukungan di sektor pendidikan melalui program beasiswa dan riset.
“Tahun 2026, Bank Indonesia menyalurkan beasiswa sebesar Rp4,080 miliar, meningkat 38,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penerima yang bertambah dari 260 menjadi 355 orang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bank sentral memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi konkret antar perguruan tinggi dan Bank Indonesia, khususnya dalam penguatan literasi keuangan, riset terapan, serta pengembangan sumber daya manusia unggul di Provinsi Bengkulu.

