You are currently viewing Kepala Kantor BI Bengkulu Mengajar di UIN FAS: Kupas Strategi Kebijakan Moneter Konvensional dan Syariah

Kepala Kantor BI Bengkulu Mengajar di UIN FAS: Kupas Strategi Kebijakan Moneter Konvensional dan Syariah

UINFASBengkulu  – Implementasi kerja sama antara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Kantor Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kembali diwujudkan melalui program BI Mengajar. Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala Kantor Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, sebagai narasumber utama di hadapan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Kegiatan berlangsung di Ruang Kelas Internasional, Gedung Student Center UIN FAS Bengkulu, dan diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan materi tentang strategi kebijakan moneter, baik dalam sistem konvensional maupun syariah di Indonesia.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa kebijakan moneter merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama dalam mengendalikan inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah. Pada sistem konvensional, Bank Indonesia menggunakan berbagai instrumen seperti suku bunga acuan (BI-Rate), operasi pasar terbuka, serta pengaturan likuiditas perbankan.

Sementara itu, dalam kerangka moneter syariah, Bank Indonesia menerapkan prinsip-prinsip yang sesuai dengan syariat Islam, seperti penggunaan instrumen berbasis bagi hasil, sukuk Bank Indonesia, serta pengelolaan likuiditas melalui akad-akad syariah. Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mendorong sistem keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Wahyu Yuwana Hidayat juga menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda, khususnya mahasiswa, agar mampu memahami dinamika ekonomi global dan peran kebijakan moneter dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang cerdas secara finansial dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.

“Mahasiswa harus memiliki pemahaman yang kuat tentang kebijakan moneter, baik konvensional maupun syariah, sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Program BI Mengajar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh wawasan praktis langsung dari para pemangku kebijakan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi FEBI UIN FAS Bengkulu dalam memperluas jejaring kerja sama strategis serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang berbasis pada kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi nasional.