Bukittinggi – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya mutu perguruan tinggi. Pada Rabu (29/4/2026), Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, M.A. bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi berbasis mutu di STIT Ahlussunnah Bukittinggi.

Kegiatan ini melibatkan Presidium Mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang relevan dengan pengembangan pendidikan dan budaya di wilayah Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Asnaini, M.A. hadir sebagai narasumber ahli sekaligus mewakili Presidium PILJAMU dalam penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antar lembaga. Perjanjian ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi mutu antar-PTKIN secara nasional.

Dalam paparannya, Prof. Asnaini menegaskan bahwa mutu perguruan tinggi bukan hanya tanggung jawab satu unit, melainkan hasil sinergi seluruh komponen institusi. Ia menjelaskan bahwa konsep mutu harus dibangun secara sistematis melalui siklus berkelanjutan.
“Mutu bukan tanggung jawab satu bagian saja, melainkan hasil sinergi seluruh komponen perguruan tinggi yang saling menopang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa implementasi SPMI harus dilakukan melalui siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP) secara konsisten agar mampu menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas, relevan, dan berdampak.
“Perguruan tinggi harus membuktikan bahwa sistem penjaminan mutu internal yang diterapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik,” tambahnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis mutu ini juga menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman terkait regulasi terbaru, termasuk implementasi kebijakan akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi sebagaimana diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh PTKIN dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi proses akreditasi serta mampu membangun budaya mutu yang kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Kehadiran UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam forum nasional ini menegaskan peran aktifnya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pengembangan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam penguatan tata kelola mutu pendidikan tinggi secara luas.

