UINFASBengkulu – Sebanyak 12 dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu dinyatakan lulus seleksi calon asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA) Batch 2 tahun 2026. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi UIN FAS Bengkulu sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.

Kelulusan tersebut berdasarkan Pengumuman Hasil Seleksi Asesor Batch 2 LAMGAMA Nomor 06/DE/KEPLAMGAMA/X/2026 tertanggal 28 Oktober 2026. Dalam pengumuman tersebut, calon asesor yang dinyatakan lulus akan menerima surat keputusan sebagai asesor beserta Nomor Induk Registrasi Asesor (NIRA) LAMGAMA dan sertifikat sebagai dasar penugasan asesmen.
Adapun 12 dosen UIN FAS Bengkulu yang dinyatakan lulus seleksi adalah sebagai berikut:
- Prof. Dr. Alfauzan Amin, M.Ag.
- Dr. Alimni, M.Pd.
- Dr. Andi Harpepen, M.Si.
- Dr. Azizah Aryati, M.Ag.
- Dr. Kustin Hartini, M.A.
- Dr. Miti Yarmunida, M.Ag.
- Dr. Nely Marhayati, M.Si.
- Dr. Noni Afriyanti, M.A.
- Dr. Nurlaili, M.Pd.I.
- Dr. Qolbi Khoiri, M.Pd.I.
- Prof. Dr. Suhirman, M.Pd.
- Prof. Dr. Suryani, M.Ag.
Rektor UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Khairuddin, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada 12 dosen yang telah dinyatakan lulus seleksi calon asesor LAMGAMA. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan kapasitas akademik dosen yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan.
“Selamat kepada 12 dosen UIN FAS Bengkulu yang telah lulus seleksi calon asesor LAMGAMA. Capaian ini patut kita syukuri dan banggakan. Saya berharap amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, integritas, serta menjunjung tinggi objektivitas dalam setiap proses asesmen,” ujar Rektor.
Ia juga berharap keikutsertaan dosen UIN FAS Bengkulu sebagai asesor dapat memperluas kontribusi institusi dalam pengembangan budaya mutu, peningkatan standar akademik, serta penguatan tata kelola program studi di lingkungan pendidikan tinggi keagamaan.
Menurut Rektor, peningkatan kualitas pendidikan tinggi membutuhkan komitmen bersama, baik melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan sistem penjaminan mutu, maupun penerapan standar akademik yang berkelanjutan.
“Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kapasitas profesional. Dengan demikian, UIN FAS Bengkulu dapat terus berkontribusi dalam membangun pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas, kompetitif, dan berintegritas,” tambahnya.
Keberhasilan 12 dosen tersebut diharapkan semakin memperkuat peran UIN FAS Bengkulu dalam ekosistem penjaminan mutu pendidikan tinggi keagamaan. Selain menjadi capaian individual, kelulusan ini juga menjadi momentum untuk mendorong peningkatan kualitas akademik dan memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.

