UINFASBengkulu – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menggelar Workshop Penguatan Guru Anak Usia Dini jenjang Raudhatul Athfal (RA) sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu dengan Prodi PIAUD Pascasarjana UIN FAS Bengkulu. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Djama’an Nur UIN FAS Bengkulu, Sabtu (29/11/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., Direktur Pascasarjana UIN FAS Bengkulu yang diwakili oleh Prof. Dr. Alfauzan Amin, M.Pd., Ketua Program Studi PIAUD Dr. Nely Marhayati, M.Si., narasumber Dr. Alimni Dahlan, M.Pd., serta turut hadir Ketua KKG RA Kota Bengkulu, Lisna, S.Ag.
Dalam sambutannya, Ketua Prodi PIAUD Pascasarjana, Dr. Nely Marhayati, M.Si., mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan anak usia dini.
“Mari kita memajukan pendidikan anak usia dini dengan menjadikan seluruh proses pembelajaran sebagai media yang saling melengkapi. Harapannya, anak-anak usia dini kelak tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mampu memajukan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Prof. Dr. Alfauzan Amin, M.Pd., yang mewakili Direktur Pascasarjana UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesinambungan pendidikan anak sejak usia dini.
“Raudhatul Athfal adalah fondasi awal dalam membentuk pola pikir anak yang sedang berada pada fase terbaik perkembangannya. Kami merasa bangga atas semangat dan apresiasi tinggi dari seluruh pihak dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan RA. Semoga materi yang disampaikan narasumber dapat memberikan manfaat dan dikembangkan langsung di lingkungan pendidikan RA,” ungkapnya.

Adapun Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutan dan pemaparannya menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru Raudhatul Athfal. Ia menjelaskan bahwa RA merupakan lembaga pendidikan anak usia dini setara dengan taman kanak-kanak dengan kekhasan pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama.
“RA bertujuan membentuk pola pikir anak sejak dini agar mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan krisis moral generasi saat ini, guru RA diharapkan terus membangkitkan semangat belajar dan meningkatkan kompetensinya,” tegasnya.
Pada sesi inti workshop, narasumber Dr. Alimni Dahlan, M.Pd., menyampaikan materi bertema “Motivasi Guru Raudhatul Athfal: Keikhlasan Mengajar Meneladani Nabi dan Ulama”. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa guru RA merupakan pembentuk akhlak pertama bagi anak. Setiap ucapan dan tindakan guru menjadi teladan, serta mengajar merupakan amanah besar dari Allah SWT.
Dr. Alimni juga menjelaskan makna keikhlasan dalam mengajar, yakni mengajar semata-mata karena Allah tanpa mengharap pujian atau balasan dunia. Menurutnya, niat yang lurus akan menjadikan seluruh aktivitas mengajar sebagai ibadah.
Selain itu, ia mengangkat teladan Rasulullah SAW sebagai pendidik paling lembut dan penuh kasih, yang mengajarkan ilmu dengan sabar, hikmah, serta memuliakan murid sebagai bagian dari dakwah. Ia juga meneladankan keikhlasan para ulama terdahulu yang mengajar tanpa pamrih demi menyebarkan cahaya ilmu.
Dalam penyampaiannya, ia turut menguatkan motivasi guru melalui ayat dan hadis tentang keutamaan ilmu, di antaranya firman Allah dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 tentang kemuliaan orang beriman dan berilmu, serta hadis tentang keutamaan menuntut ilmu sebagai jalan menuju surga.
Workshop ini juga diperkaya dengan mahfuzat dan pantun motivasi guru yang menggugah semangat para peserta, sekaligus menegaskan bahwa guru RA adalah pelanjut perjuangan para nabi, dan mengajar anak usia dini merupakan ladang pahala yang tidak terputus.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru PIAUD dan RA semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat keikhlasan dalam mengabdi, serta mampu mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
