You are currently viewing Gebraq Fakultas Syariah UIN FAS Bengkulu Perkuat Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

Gebraq Fakultas Syariah UIN FAS Bengkulu Perkuat Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

UINFASBengkulu – Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar kegiatan Khataman Al-Qur’an, Istighosah, dan Pengukuhan Pengurus Gerakan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an (Gebraq) di Aula Fakultas Syariah UIN FAS Bengkulu. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UIN FAS Bengkulu, Khairuddin, Dekan Fakultas Syariah, para wakil dekan, dosen, staf, serta mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menyampaikan harapan agar jumlah peserta Gebraq terus meningkat pada kegiatan berikutnya. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberantas buta aksara Al-Qur’an di lingkungan kampus.

“Kami berharap jumlah peserta ke depan dapat lebih banyak, karena tujuan utama kegiatan ini adalah memberantas buta aksara Al-Qur’an. Kita di sini sama-sama belajar dengan struktur yang baru dan memiliki visi yang sama, yaitu memajukan Fakultas Syariah,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan visi Rektor UIN FAS Bengkulu dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an melalui berbagai program pembinaan keagamaan.

“Melalui kegiatan istighosah ini, kami juga selalu berdoa agar seluruh unsur pimpinan di Fakultas Syariah dapat membuat kebijakan sesuai regulasi, diberikan kesehatan, serta kemampuan dalam menjalankan tugas. Semoga seluruh civitas akademika, baik pimpinan, dosen, staf, maupun mahasiswa, senantiasa memperoleh hidayah dan keberkahan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN FAS Bengkulu, Khairuddin, menyoroti masih banyaknya mahasiswa baru yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Problem yang kita hadapi sekarang, banyak mahasiswa baru yang diterima di UIN FAS Bengkulu dari berbagai jalur belum bisa membaca Al-Qur’an. Karena itu, kita perlu bekerja keras membina mereka agar tidak hanya bisa membaca, tetapi juga fasih dan sesuai kaidah,” tegas rektor.

Ia bahkan meminta agar Fakultas Syariah menyusun jadwal khusus pembelajaran Al-Qur’an bagi mahasiswa S1 sebagai bentuk keseriusan kampus dalam pembinaan keagamaan.

“Nanti saya minta ada jadwal di Fakultas Syariah untuk mengajar mahasiswa S1 belajar Al-Qur’an. Bahkan, suatu saat jika saya tidak lagi menjadi rektor, saya siap berkantor di Fakultas Syariah untuk melatih mahasiswa belajar Al-Qur’an,” ungkapnya.

Selain itu, rektor juga menyoroti rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap hadis. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika.

“Masih banyak mahasiswa yang saya temui belum hafal hadis. Ini menjadi tugas kita bersama dan harus segera ditangani. Sangat disayangkan jika mahasiswa UIN yang berlatar belakang ilmu agama tidak mampu membaca Al-Qur’an dan memahami hadis,” pungkasnya.

Melalui kegiatan Gebraq, Fakultas Syariah UIN FAS Bengkulu berkomitmen memperkuat pembinaan literasi Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman bagi mahasiswa sebagai bagian dari penguatan karakter akademik dan religius di lingkungan kampus.