UINFASBengkulu – UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) menggelar kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berbasis riset program studi dan KKN unggulan tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Jumat, 8 Mei 2026.

Kegiatan pembekalan diikuti sebanyak 100 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris yang akan melaksanakan KKN Tematik di berbagai daerah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPPM UINFAS Bengkulu Dr. Rini Fitria, M.Si., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris Dr. Khairiah, M.Pd., Wakil Dekan I FTT, para kepala bagian, serta dosen di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Tadris.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris Dr. Khairiah, M.Pd. menyampaikan bahwa KKN Tematik bukan hanya sekadar program pengabdian, tetapi juga menjadi wadah implementasi keilmuan mahasiswa di tengah masyarakat.

“KKN Tematik berbasis riset ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya aktif mengabdi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi melalui penelitian dan pendekatan akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ujar Dr. Khairiah.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nama baik kampus selama menjalankan program pengabdian di masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menjadi representasi kampus yang santun, inovatif, dan mampu berkolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah desa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UINFAS Bengkulu Dr. Rini Fitria, M.Si. menjelaskan bahwa pembekalan dilakukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa terkait mekanisme dan teknis pelaksanaan KKN Tematik.
“Pembekalan ini menjadi langkah awal agar mahasiswa memahami proses KKN mulai dari tahapan pendaftaran, penyusunan program kerja, hingga teknis pelaksanaan di lapangan. Kami ingin mahasiswa benar-benar siap sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian,” jelasnya.
Ia berharap pelaksanaan KKN Tematik tahun 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman akademik dan sosial bagi mahasiswa.
Dalam sesi pembekalan, mahasiswa mendapatkan penjelasan terkait prosedur pendaftaran, konsep KKN berbasis riset program studi, teknis pelaksanaan kegiatan di lapangan, hingga strategi penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

