UINFASBengkulu – Kegiatan Orientasi Gerakan Pramuka Madrasah Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu di Hotel Grage, Jumat (22/5/2026), menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan sekaligus membangun karakter generasi muda madrasah.
Kegiatan bertema “Mewujudkan Pramuka Madrasah yang Religius, Mandiri, Disiplin, dan Berkarakter Menuju Perkemahan Pramuka Madrasah Daerah Tahun 2026” ini dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, dan Hubungan Masyarakat serta Pengembangan SDM Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si., Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., Rektor IAIN Curup, Ketua Kwarda, serta jajaran kepala Kemenag kabupaten/kota dan seluruh kepala madrasah se-Provinsi Bengkulu.

Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, menegaskan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari persiapan menuju Perkemahan Pramuka Madrasah tingkat provinsi yang akan digelar pada Agustus mendatang. Ia mengimbau seluruh kepala madrasah untuk mengirimkan peserta sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

“Orientasi ini menjadi langkah awal menyukseskan perkemahan madrasah se-Provinsi Bengkulu. Kami berharap seluruh madrasah dapat berpartisipasi aktif,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kerja bakti terpusat di MAN Bengkulu yang melibatkan seluruh peserta dengan konsep kebersamaan, termasuk aksi bersih lingkungan dan pelepasan burung sebagai simbol kepedulian terhadap alam.
Selain itu, Saefudin menyoroti pentingnya peran media sosial dalam menangkal penyebaran hoaks yang semakin marak. Menurutnya, kanal informasi resmi di lingkungan Kementerian Agama harus diperkuat agar mampu menghadirkan informasi yang akurat dan menyejukkan. Ia juga menegaskan bahwa kehidupan antarumat beragama di Bengkulu tetap harmonis dan kondusif.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik di era digital.
“Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang sangat relevan saat ini karena mampu membangun adab, etika, dan karakter peserta didik di tengah perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Gerakan Pramuka menjadi wadah efektif dalam membentuk mental, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan siswa tanpa memandang latar belakang maupun jabatan.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu tentang pelaksanaan tridharma perguruan tinggi serta pengembangan sumber daya keagamaan.
Selain itu, turut ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Unit Kegiatan Khusus Gerakan Pramuka Gugus Depan 01-001 Rajolelo dan Gugus Depan 01-002 Fatmawati UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dengan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan pembinaan kepramukaan, penguatan moderasi beragama, serta pembentukan karakter generasi muda.
Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Khairudin, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan generasi muda berbasis nilai keislaman dan kebangsaan.
“Kami menyambut baik sinergi ini sebagai bagian dari komitmen UIN FAS Bengkulu dalam mendukung penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan, kepramukaan, dan moderasi beragama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun fondasi kuat dalam mencetak generasi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, mandiri, disiplin, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

