You are currently viewing Dirjen Pendis dan Rektor UINFAS Bengkulu Perkuat Sinergi Lewat Laga Persahabatan dan Aksi Ekoteologi

Dirjen Pendis dan Rektor UINFAS Bengkulu Perkuat Sinergi Lewat Laga Persahabatan dan Aksi Ekoteologi

UINFAS Bengkulu – Kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Bengkulu diisi dengan rangkaian kegiatan yang mengedepankan kebersamaan, kolaborasi, dan kepedulian lingkungan. Salah satu agenda yang digelar adalah pertandingan persahabatan yang mempertemukan jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Staf Khusus Kementerian Agama RI, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, serta pimpinan perguruan tinggi, termasuk Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Rektor UIN Raden Fatah Palembang beserta jajaran.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi momentum mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Pertandingan tenis persahabatan tersebut juga menjadi simbol pentingnya sportivitas dan kolaborasi lintas institusi.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dalam keterangannya menegaskan bahwa kebersamaan seperti ini merupakan fondasi penting dalam membangun pendidikan yang maju dan berdaya saing.

“Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan penguatan sinergi. Pendidikan Islam ke depan membutuhkan kolaborasi yang solid, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Usai pertandingan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di halaman Gedung Fakultas Syariah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Kampus Merah Putih untuk Dunia” sebagai bentuk implementasi ekoteologi di lingkungan kampus.

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen UINFAS Bengkulu dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup, sekaligus mendukung gerakan kampus hijau yang berkelanjutan.

Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah konkret kampus dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai keagamaan.

“Melalui gerakan ekoteologi ini, kami ingin menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga pelopor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ini adalah tanggung jawab moral dan spiritual kita bersama,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Mei 2026 ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antarlembaga serta mendorong implementasi nilai-nilai keberlanjutan dalam dunia pendidikan Islam.