UINFASBengkulu– Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) S2 Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar kegiatan sosialisasi program studi sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, di Gedung Serbaguna (GSG) Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. H. Ali Akbar Jono, M.Pd., bersama Ketua IGTKI-PGRI Provinsi Bengkulu, Mili Asia, M.Pd. dan bagian kerjasama UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Agung CP, M.H
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Program Studi Magister PIAUD sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini di Provinsi Bengkulu.
Dalam sambutannya, Dr. Fatrica Syafri, M.Pd.I., menyampaikan bahwa Prodi PIAUD Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berkomitmen mencetak pendidik dan pelatih profesional di bidang pendidikan anak usia dini. Ia juga mengajak para guru Taman Kanak-kanak se-Kota Bengkulu untuk terus meningkatkan profesionalisme sebagai pendidik.
“Guru Taman Kanak-kanak memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan wajib belajar 13 tahun memberikan peluang sekaligus tantangan bagi guru Taman Kanak-kanak untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan lanjutan hingga jenjang strata dua (S2).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program Studi Magister PIAUD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menjadi salah satu pilihan terbaik bagi guru Taman Kanak-kanak, mengingat di Pulau Sumatra program S2 PIAUD hanya tersedia di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hal ini diharapkan dapat memudahkan para guru untuk melanjutkan studi tanpa harus keluar daerah.
Dalam pemaparan akademik, Ketua Program Studi Magister PIAUD juga menjelaskan kurikulum, prospek lulusan, serta skema perkuliahan yang dirancang fleksibel bagi guru yang masih aktif mengajar. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait informasi beasiswa, biaya pendidikan, dan sistem pembelajaran.
Kegiatan ditutup dengan sesi berbagi pengalaman (sharing session) serta penampilan dari guru-guru Taman Kanak-kanak se-Kota Bengkulu. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan dalam bentuk pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan anak usia dini.

