UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui partisipasi pada Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Tahun 2026. Sebanyak empat mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian selama 40 hari di kawasan permukiman Suku Baduy, Provinsi Banten.
Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua LPPM, Dr. Rini Fitria, M.Si., didampingi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM, Dr. Fatrima Santri Syafri, M.Pd.

Keempat mahasiswa yang dipercaya mewakili UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam program nasional tersebut adalah Fatanazmi, Rafif Kalesa, M. Refki, dan Alisa. Mereka akan melaksanakan pengabdian mulai 15 Juli hingga 25 Agustus 2026 bersama delegasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dalam arahannya, Ketua LPPM Dr. Rini Fitria menyampaikan bahwa para mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi representasi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu di tingkat nasional. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas, etika, dan sikap selama menjalankan pengabdian.
“Tunjukkan karakter mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang santun, berintegritas, serta mampu menghormati adat istiadat dan budaya masyarakat setempat. Jadilah duta kampus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Selain itu, Dr. Rini juga mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KKN Nusantara secara disiplin, bertanggung jawab, serta menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan sesama peserta, masyarakat, maupun pihak LPPM selama pelaksanaan program.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM, Dr. Fatrima Santri Syafri, menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan membangun kolaborasi yang harmonis selama mengikuti KKN Nusantara.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi modal utama agar seluruh program pengabdian dapat terlaksana secara optimal. Di sisi lain, kemampuan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga menjadi nilai penting dalam membangun jejaring dan memperkuat semangat kebangsaan.
“KKN Nusantara menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Mahasiswa akan bertemu dengan berbagai karakter, budaya, dan latar belakang yang berbeda. Karena itu, bangun komunikasi yang baik, saling menghargai, dan jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris, keempat delegasi diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik yang telah diperoleh selama perkuliahan, khususnya dalam bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan kearifan lokal masyarakat Suku Baduy yang dikenal kuat menjaga nilai-nilai adat dan tradisi leluhur.
Partisipasi dalam KKN Nusantara 2026 menjadi bagian dari komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperluas kontribusi pengabdian kepada masyarakat di tingkat nasional. Program ini juga menjadi wahana strategis untuk memperkuat moderasi beragama, membangun kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi, serta menumbuhkan semangat kebinekaan melalui interaksi langsung dengan masyarakat yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang khas.
Melalui keikutsertaan dalam KKN Nusantara, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berharap para mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya mengaplikasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga membawa pulang pengalaman berharga sebagai bekal kepemimpinan, pengabdian, dan penguatan karakter di masa depan.

