UINFASBengkulu — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, menggelar Workshop Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Prodi Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pertemuan Lantai 3 Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan kurikulum agar semakin relevan dengan perkembangan keilmuan, kebutuhan mahasiswa, dunia pendidikan, serta tuntutan dunia kerja.
Workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Nur Hariyanto, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengembangan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya Prodi PBA dalam memastikan proses pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Workshop ini menjadi momentum penting bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab untuk melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa, pengguna lulusan, dan perkembangan pendidikan Bahasa Arab. Implementasi OBE tidak sekadar mengubah dokumen kurikulum, tetapi bagaimana kita memastikan setiap proses pembelajaran benar-benar bermuara pada capaian kompetensi lulusan yang jelas, terukur, dan relevan,” ujar Nur Hariyanto.
Menurutnya, implementasi kurikulum berbasis OBE harus ditempatkan sebagai bagian integral dari proses peningkatan mutu pendidikan. Kurikulum tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi harus menjadi acuan nyata dalam merancang pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, melaksanakan asesmen, dan membentuk kompetensi mahasiswa.

“Kita ingin menghasilkan kurikulum yang hidup, bukan sekadar dokumen administratif. Kurikulum harus benar-benar menjadi pedoman dalam merancang pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, melaksanakan asesmen, dan membentuk kompetensi mahasiswa. Karena itu, implementasinya harus dikawal bersama oleh seluruh dosen dan stakeholder,” jelasnya.
Guru Bahasa Arab Dilibatkan sebagai Stakeholder
Salah satu aspek penting dalam workshop tersebut adalah keterlibatan guru-guru Bahasa Arab dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu sebagai stakeholder. Kehadiran para guru diharapkan dapat memberikan masukan berdasarkan pengalaman empiris mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dunia pendidikan.
Nur Hariyanto menilai, guru Bahasa Arab memiliki posisi strategis dalam pengembangan kurikulum karena berhadapan langsung dengan dinamika pembelajaran di sekolah dan madrasah.
“Kami sangat membutuhkan masukan dari para guru Bahasa Arab sebagai stakeholder. Mereka adalah pihak yang memahami secara langsung kebutuhan di lapangan. Karena itu, kurikulum yang kita susun harus mampu menjembatani antara apa yang dipelajari mahasiswa di perguruan tinggi dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan ketika mereka menjadi pendidik Bahasa Arab,” ungkapnya.
Workshop menghadirkan Dr. Renti Yasmar, M.Pd. sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, guru-guru Bahasa Arab dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu, dosen IAIN Curup, serta Pengurus Ittihad Mudarris al-Lughah al-Arabiyyah (IMLA) Provinsi Bengkulu.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa proses pengembangan kurikulum dilakukan secara partisipatif dengan mempertemukan perspektif akademisi, praktisi pendidikan, organisasi profesi, dan pengguna lulusan.
Penguatan Konsep dan Implementasi OBE
Dalam pemaparannya, Dr. Renti Yasmar memberikan penguatan mengenai konsep dan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keselarasan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, strategi pembelajaran, hingga sistem asesmen.
Pendekatan OBE menempatkan capaian lulusan sebagai orientasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, setiap komponen kurikulum harus dirancang secara selaras agar proses pembelajaran memberikan kontribusi yang nyata terhadap pencapaian kompetensi lulusan yang telah ditetapkan.
Pembahasan dalam workshop juga diarahkan pada kebutuhan pengembangan kurikulum Pendidikan Bahasa Arab agar mampu merespons perubahan dalam dunia pendidikan. Perkembangan teknologi, pembelajaran berbasis digital, tuntutan kompetensi abad ke-21, perkembangan metode pembelajaran Bahasa Arab, serta kebutuhan sekolah dan madrasah menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan diskusi.
Membangun Kurikulum yang Responsif terhadap Kebutuhan Dunia Pendidikan
Kehadiran dosen IAIN Curup dan Pengurus IMLA Provinsi Bengkulu turut memperkaya perspektif akademik dan profesional dalam proses pengembangan kurikulum. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antarlembaga dalam memajukan pendidikan Bahasa Arab di Provinsi Bengkulu.
Berbagai masukan yang disampaikan selama workshop diharapkan dapat menjadi bahan penting dalam penyempurnaan profil lulusan, struktur kurikulum, substansi keilmuan, kompetensi pedagogis, keterampilan berbahasa Arab, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta kompetensi profesional yang harus dimiliki lulusan Prodi Pendidikan Bahasa Arab.
Dengan melibatkan stakeholder secara langsung, proses penyusunan dan penyempurnaan kurikulum diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan akademik dan administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Menuju Lulusan PBA yang Kompeten dan Berdaya Saing
Melalui Workshop Kurikulum OBE Tahun 2026, Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan, adaptif, berbasis kebutuhan stakeholder, dan berorientasi pada capaian lulusan.
Hasil workshop selanjutnya diharapkan menjadi bahan penting dalam proses review dan penyempurnaan kurikulum sekaligus memperkuat keterkaitan antara perguruan tinggi dengan sekolah dan madrasah sebagai pengguna lulusan.
Kolaborasi antara dosen, guru Bahasa Arab, akademisi, dan organisasi profesi menjadi modal penting dalam membangun kurikulum yang mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini. Melalui sinergi tersebut, Prodi PBA berupaya memastikan lulusan tidak hanya memiliki penguasaan Bahasa Arab, tetapi juga kompetensi pedagogis, profesional, sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika dunia pendidikan.
Workshop Kurikulum OBE Prodi Pendidikan Bahasa Arab Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan Bahasa Arab yang berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
Dengan kurikulum yang dikembangkan secara berkelanjutan dan kolaboratif, Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu diharapkan semakin mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Bahasa Arab di Provinsi Bengkulu dan Indonesia.

