You are currently viewing UIN FAS Bekali 1.283 Mahasiswa Baru Cegah Investasi Bodong dan Kenali Pasar Modal

UIN FAS Bekali 1.283 Mahasiswa Baru Cegah Investasi Bodong dan Kenali Pasar Modal

UINFASBengkulu – Galeri Investasi Syariah (GIS) FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu bersama Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) membekali 1.283 mahasiswa baru dengan literasi investasi dan keuangan melalui Program Insersi Pencegahan Investasi Bodong. Kegiatan yang dirangkai dengan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) tersebut berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., para wakil dekan, dosen, serta mahasiswa baru. Program ini menghadirkan dua pemateri dari sektor pasar modal, yakni Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bengkulu, Marina Rasyada, S.T., CFP®, CSA®, AWP, QWP®, dan Gallery Manager PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Ari Pratama.

Program insersi tersebut menjadi bagian dari upaya membekali mahasiswa agar memiliki literasi keuangan, sikap kritis, serta tanggung jawab sebagai warga negara dalam mengambil keputusan investasi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan pasar modal, ragam instrumen investasi, pengelolaan risiko, hingga cara mengenali ciri-ciri investasi bodong.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Asnaini, M.A. menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan memilah informasi dan bersikap bijak terhadap berbagai tawaran investasi yang berkembang di ruang digital. Menurutnya, pemahaman tentang investasi tidak cukup hanya mengetahui potensi keuntungan, tetapi juga harus dibarengi kesadaran terhadap risiko dan legalitas instrumen investasi.

“Mahasiswa harus menjadi generasi yang cerdas dalam mengambil keputusan, termasuk dalam mengelola keuangan dan memilih investasi. Jangan mudah tergiur keuntungan cepat tanpa memahami risiko dan legalitasnya.”

Sementara itu, Marina Rasyada dalam materi Financial Planning and Capital Market menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan finansial sejak mahasiswa. Ia menekankan bahwa investasi harus dipahami sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, bukan sekadar mengejar keuntungan cepat. Materinya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak FOMO, rekomendasi tanpa analisis, maupun investasi menggunakan pinjaman daring.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Marina adalah bahwa keberhasilan investasi sangat dipengaruhi oleh konsistensi dan waktu. Dalam materi presentasinya disebutkan, “Yang paling krusial bukanlah besarnya modal awal, melainkan seberapa konsisten Anda melakukannya.”

Marina juga memperkenalkan konsep tiga mesin penghasil kekayaan, yaitu pendapatan, menabung, dan investasi. Bagi mahasiswa, investasi diarahkan untuk mendukung tujuan keuangan seperti kebutuhan penunjang kuliah, pendidikan lanjutan, hingga modal usaha setelah lulus.

Pada sesi berikutnya, Muhammad Ari Pratama memperkenalkan pasar modal serta mekanisme pembukaan rekening investasi melalui KISI. Materi yang diberikan menunjukkan bahwa calon investor dapat membuka akun secara daring dan memilih jenis akun sesuai kebutuhan, termasuk akun reguler dan akun syariah.

Ari juga menjelaskan tahapan pembukaan akun dan penggunaan Rekening Dana Nasabah (RDN) sebagai bagian dari proses investasi. Dalam panduan KISI, pembukaan akun mencakup pengisian data identitas, verifikasi, pemilihan bank RDN, hingga proses aktivasi akun.

Pembekalan tersebut sekaligus diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mengenal investasi secara teoritis, tetapi juga memahami praktiknya secara legal dan bertanggung jawab. Para mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melakukan riset mandiri, menyesuaikan instrumen dengan profil risiko, melakukan diversifikasi, serta tidak mengikuti tren investasi tanpa analisis.