You are currently viewing Tadris Bahasa Indonesia UIN FAS Bekali Mahasiswa dengan Literasi Kritis di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

Tadris Bahasa Indonesia UIN FAS Bekali Mahasiswa dengan Literasi Kritis di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

UINFASBengkulu — Program Studi (Prodi) Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, terus memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui Webinar Kuliah Dosen Tamu bertema “Literasi Kritis Bahasa dan Sastra di Era Digital” yang digelar secara daring, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd. Webinar ini menghadirkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi sebagai narasumber untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa dan sastra di tengah perkembangan ruang digital.

Dalam sambutannya, Dekan FTT menekankan bahwa kemampuan literasi kritis menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan memahami informasi, tetapi juga perlu mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menyikapi informasi secara bijak.

“Literasi kritis menjadi kemampuan penting bagi mahasiswa untuk memahami, menganalisis, mengevaluasi, dan menyikapi berbagai informasi secara bijak, terutama dalam menghadapi perkembangan ruang digital,” pesan yang disampaikan dalam pembukaan kegiatan.

Webinar menghadirkan tiga narasumber dari perguruan tinggi berbeda. Sesi pertama menghadirkan Dr. Ana Widyastuti, M.Pd., Kons., dosen Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), yang menyampaikan materi pada pukul 07.30–10.30 WIB.

Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Egi Nusivera, M.Pd., dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), pada pukul 10.30–14.30 WIB. Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan Istiqamah, M.Pd., dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, pada pukul 14.30–17.30 WIB.

Ketiga narasumber memberikan perspektif akademik yang beragam mengenai literasi kritis bahasa dan sastra. Materi yang disampaikan diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami tantangan literasi di era digital, termasuk kemampuan membaca informasi secara kritis serta membangun sikap selektif terhadap berbagai konten yang beredar di ruang digital.

Koordinator Prodi Tadris Bahasa Indonesia, Dina Juni Putri Astuti, M.Pd., turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman akademik. Kehadiran dosen tamu dari berbagai perguruan tinggi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus membangun pertukaran gagasan dalam bidang bahasa dan sastra.

Kegiatan berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya mengikuti pemaparan materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber mengenai berbagai persoalan literasi bahasa dan sastra di tengah perkembangan teknologi digital.