You are currently viewing Tiga Negara, Satu Misi: Mahasiswa PBA UIN FAS Bengkulu Mengajar Bahasa Arab di Kancah Internasional

Tiga Negara, Satu Misi: Mahasiswa PBA UIN FAS Bengkulu Mengajar Bahasa Arab di Kancah Internasional

UINFASBengkulu – Semangat internasionalisasi terus diwujudkan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik di tingkat global. Kali ini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT), Wilda Nurul Qodriyah, dilepas untuk mengikuti ITHLA Abroad Batch 8 – International Arabic Language Teaching Program 2026 di Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Wilda yang merupakan mahasiswa semester VII PBA akan mengikuti program tersebut selama kurang lebih satu bulan. Tidak sekadar melakukan kunjungan akademik, dalam program ini ia akan terlibat langsung dalam kegiatan mengajar bahasa Arab di tiga negara sekaligus.

Pelepasan berlangsung di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Wilda dilepas langsung oleh Dekan FTT, didampingi Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III. Pimpinan fakultas memberikan dukungan sekaligus motivasi agar Wilda dapat mengikuti seluruh rangkaian program dengan sungguh-sungguh.

Dalam arahannya, pimpinan FTT berpesan agar Wilda menjaga kedisiplinan, etika, dan profesionalitas selama berada di negara tujuan. Sebagai mahasiswa yang membawa nama UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu di lingkungan internasional, Wilda diharapkan mampu menunjukkan kompetensi sekaligus menjaga nama baik almamater.

Praktik Mengajar Bahasa Arab di Tiga Negara

ITHLA Abroad Batch 8 memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Selama kurang lebih satu bulan, Wilda akan berhadapan langsung dengan lingkungan pendidikan dan peserta didik di Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan berbagai kompetensi, mulai dari kemampuan pedagogik, penguasaan materi bahasa Arab, pemilihan metode pembelajaran, komunikasi, hingga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan dan budaya yang berbeda.

Pengalaman mengajar di tiga negara juga memberikan perspektif baru mengenai pembelajaran bahasa Arab dalam konteks sosial dan budaya yang beragam. Mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan tempat mengajar.

Bagi Wilda, program tersebut menjadi pengalaman penting dalam mempersiapkan diri sebagai calon guru bahasa Arab yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga wawasan global dan kemampuan beradaptasi di lingkungan internasional.

Wujud Nyata Internasionalisasi UIN FAS

Keikutsertaan mahasiswa PBA dalam ITHLA Abroad Batch 8 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi.

Internasionalisasi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga, tetapi juga melalui pemberian ruang kepada mahasiswa untuk belajar, mengajar, berinteraksi, dan membangun jejaring secara langsung di lingkungan internasional.

Dalam program ini, Wilda tidak hanya berstatus sebagai peserta. Ia juga menjadi representasi akademik UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu yang membawa kompetensi, nilai, dan identitas almamater ke lingkungan pendidikan di tiga negara.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik pembelajaran bahasa Arab di berbagai negara, sekaligus membuka peluang terbentuknya jejaring akademik yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab pada masa mendatang.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Nur Hariyanto, M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam program internasional merupakan kesempatan penting untuk mengembangkan kompetensi secara langsung.

“Kami berharap Wilda dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Selama satu bulan, ia tidak hanya belajar tentang lingkungan pendidikan di tiga negara, tetapi juga mempraktikkan secara langsung kemampuan mengajar bahasa Arab. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal yang sangat berharga sebagai calon guru bahasa Arab yang memiliki wawasan global,” ungkapnya.

Bawa Nama UIN FAS ke Malaysia, Thailand, dan Singapura

Selama mengikuti program, Wilda diharapkan mampu menjaga etika, profesionalitas, dan kedisiplinan sebagai mahasiswa sekaligus representasi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Interaksi dengan peserta didik, guru, akademisi, dan masyarakat di negara tujuan juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu kepada lingkungan akademik internasional.

Lebih dari sekadar pengalaman individu, hasil dari program ini diharapkan dapat memberikan dampak bagi lingkungan akademik di kampus. Pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik yang diperoleh Wilda selama berada di tiga negara dapat dibagikan kepada mahasiswa lainnya untuk turut memperkaya wawasan dan kompetensi mahasiswa PBA.

Dengan demikian, ITHLA Abroad Batch 8 – International Arabic Language Teaching Program 2026 menjadi ruang pembelajaran yang memadukan praktik mengajar, pengalaman internasional, penguatan kompetensi profesional, pengenalan lintas budaya, dan pembangunan jejaring akademik.

Melalui kesempatan tersebut, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, berwawasan global, mampu beradaptasi dengan lingkungan internasional, serta siap berkontribusi dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab.

Selamat mengikuti ITHLA Abroad Batch 8, Wilda Nurul Qodriyah. Belajar, mengajar, berjejaring, dan harumkan nama UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu di Malaysia, Thailand, dan Singapura.