You are currently viewing Menuju Pendidikan Adaptif, Tadris Bahasa Indonesia UIN FAS Bengkulu Integrasikan AI dalam Pembelajaran

Menuju Pendidikan Adaptif, Tadris Bahasa Indonesia UIN FAS Bengkulu Integrasikan AI dalam Pembelajaran

UINFABengkulu — Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, terus memperkuat kompetensi dosen dan mahasiswa dalam menghadapi transformasi pendidikan di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Perangkat Pembelajaran bagi Dosen dan Mahasiswa yang digelar di Ruang Aula FTT Lantai 3, Kamis (1/10/2026).

Mengusung tema “Transformasi Kreatif Menuju Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis AI: Terukur, Aktif, Adaptif, dan Bermakna”, kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas akademik sekaligus mendorong sivitas akademika Tadris Bahasa Indonesia untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya kemampuan pendidik dan calon pendidik dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tanpa mengesampingkan prinsip pedagogis, kualitas pembelajaran, dan kebutuhan peserta didik.

Pelatihan menghadirkan Toni Kurnia Saputra, S.Kom. dan Dr. Muhammad Kurniawan, M.Pd. sebagai pemateri. Keduanya memberikan wawasan dan pendampingan mengenai pemanfaatan AI dalam perencanaan dan pengembangan perangkat pembelajaran Bahasa Indonesia.

Pemanfaatan AI dalam kegiatan tersebut tidak ditempatkan sekadar sebagai alat bantu teknologi, tetapi sebagai bagian dari proses transformasi kreatif dalam merancang pembelajaran. Peserta didorong untuk memanfaatkan teknologi secara tepat guna menghasilkan perangkat pembelajaran yang sistematis, kontekstual, dan selaras dengan capaian pembelajaran.

Bagi dosen, pelatihan ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi pedagogik dalam menghadapi perubahan karakteristik pembelajaran di era digital. Integrasi AI diharapkan dapat mendukung proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dengan tetap memperhatikan substansi keilmuan, etika akademik, serta kebutuhan mahasiswa.

Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kompetensi sebagai calon guru Bahasa Indonesia. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai aspek kebahasaan dan kesastraan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan merancang pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Melalui kegiatan ini, peserta mengeksplorasi pengembangan berbagai perangkat pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, aktivitas pembelajaran, hingga instrumen asesmen. Pemanfaatan AI diarahkan untuk mendukung kreativitas dan efektivitas, dengan tetap mengedepankan ketepatan, relevansi, etika, dan tanggung jawab akademik.

Transformasi pembelajaran berbasis AI juga tidak dimaknai sebagai penggantian peran dosen atau guru oleh teknologi. Sebaliknya, teknologi ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan, interaktif, dan bermakna.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan eksplorasi pemanfaatan AI. Dosen dan mahasiswa berkesempatan mengembangkan gagasan serta perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

Melalui pelatihan ini, Program Studi Tadris Bahasa Indonesia FTT UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan komitmennya untuk membangun budaya akademik yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar menyiapkan calon guru Bahasa Indonesia yang kreatif, adaptif, literat teknologi, serta mampu merancang pembelajaran yang terukur, aktif, dan bermakna.