You are currently viewing Dosen PAI UIN FAS Bengkulu Jadi Narasumber Seminar Nasional, Perkuat Kolaborasi Akademik dengan STAI Sangatta

Dosen PAI UIN FAS Bengkulu Jadi Narasumber Seminar Nasional, Perkuat Kolaborasi Akademik dengan STAI Sangatta

UINFASBengkulu – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT), UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperluas jejaring akademik melalui kolaborasi ant perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui seminar nasional bertema “Inovasi Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Generasi Islami yang Unggul, Kreatif, dan Berakhlak Mulia di Era Society 5.0”, dengan menghadirkan Sutrian Efendi, M.Pd., dosen sekaligus Koordinator Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, sebagai narasumber.

Seminar nasional ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, dan alumni STAI Sangatta, serta dosen dan mahasiswa Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, pengembangan wawasan keilmuan, dan penguatan hubungan akademik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era transformasi digital.

Dalam pemaparannya, Sutrian Efendi menegaskan bahwa inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak boleh hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan keagamaan. Lebih dari itu, pembelajaran PAI harus mampu membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta menanamkan kebiasaan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlak mulia.

Menurutnya, perkembangan teknologi di era Society 5.0 membuka peluang besar bagi pendidik untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Pemanfaatan media digital dan kecerdasan buatan (AI) dapat memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan partisipasi peserta didik, serta membantu mereka memahami berbagai persoalan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam harus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman, etika, tanggung jawab, dan keteladanan pendidik.

“Teknologi dapat membantu peserta didik menjadi lebih cerdas, tetapi pendidikan Islam harus memastikan bahwa kecerdasan tersebut tetap dipandu oleh iman, nilai-nilai Islam, dan akhlak mulia. Karena itu, inovasi pembelajaran PAI harus mampu menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata dan pembiasaan perilaku terpuji,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran PAI tidak cukup diukur dari kemampuan peserta didik memahami materi atau menjawab soal. Keberhasilan pendidikan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kemampuan menghargai perbedaan.

Implementasi Kerja Sama Akademik PAI UIN FAS Bengkulu dan STAI Sangatta

Seminar nasional ini sekaligus menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama akademik antara Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Program Studi PAI STAI Sangatta.

Kolaborasi tersebut berawal dari inisiatif yang dipelopori oleh PPPAI dalam sebuah kegiatan di Bandung. Kegiatan itu menjadi ruang pertemuan dan penguatan jejaring antarpengelola program studi PAI dari berbagai perguruan tinggi, sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan hubungan kelembagaan dan program akademik bersama.

Melalui seminar nasional ini, kerja sama diwujudkan dalam bentuk pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta penyebarluasan gagasan inovatif mengenai pengembangan pembelajaran PAI yang relevan dengan tantangan zaman.

Keterlibatan dosen, mahasiswa, dan alumni STAI Sangatta bersama sivitas akademika Prodi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu juga memperluas ruang interaksi dan memperkuat hubungan antarkomunitas akademik. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi langkah awal bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Ke depan, kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui berbagai agenda akademik, seperti seminar dan kuliah tamu bersama, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, serta kegiatan lain yang mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam.

Mendorong Pendidikan Islam yang Adaptif dan Berkarakter

Seminar nasional ini menegaskan pentingnya transformasi pendidikan yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Pendidik PAI dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogis, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta menghadirkan pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter.

Melalui inovasi strategi pembelajaran, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam pengetahuan dan kreatif dalam berkarya, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Bagi Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, keterlibatan dalam kegiatan akademik lintas perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas jejaring kelembagaan, meningkatkan kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dan memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan Islam.

Sinergi dengan Program Studi PAI STAI Sangatta melalui jejaring PPPAI di Bandung diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya kerja sama yang semakin produktif dan berkesinambungan. Melalui kolaborasi ini, kedua program studi diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan pendidik PAI yang adaptif terhadap perkembangan zaman, unggul dalam penguasaan ilmu, kreatif dalam pembelajaran, serta konsisten menjadikan akhlak mulia sebagai fondasi utama pendidikan.