UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui kegiatan Pelatihan Penyelarasan Kurikulum OBE pada SIAKAD Cloud. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., di Ruang Rapat Senat Lantai 3, Jumat (16/10/2026), dan diikuti oleh para Wakil Dekan I fakultas beserta jajarannya.

Pelatihan ini bertujuan memastikan keselarasan antara dokumen kurikulum program studi, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan data akademik yang diinput ke dalam sistem SIAKAD Cloud.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Asnaini, M.A., menegaskan bahwa penerapan kurikulum OBE harus berorientasi pada pencapaian kompetensi lulusan yang terukur, sekaligus didukung oleh pengelolaan data akademik yang akurat dan terintegrasi.
“Penyelarasan kurikulum OBE tidak boleh hanya dipahami sebagai kegiatan mengisi data ke dalam sistem. Hal yang paling penting adalah memastikan keterkaitan antara profil lulusan, CPL, mata kuliah, CPMK, dan RPS benar-benar selaras. SIAKAD Cloud harus menjadi instrumen pendukung untuk memastikan implementasi kurikulum berjalan sesuai dengan ketentuan dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan,” ujar Asnaini.

Ia juga menekankan bahwa dokumen kurikulum yang berlaku harus menjadi acuan utama dalam proses penginputan data akademik. Oleh karena itu, setiap program studi perlu memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam SIAKAD Cloud sesuai dengan dokumen kurikulum yang telah disahkan.
Pelatihan ini menitikberatkan pada enam aspek utama. Pertama, verifikasi dokumen kurikulum program studi, meliputi profil lulusan, tujuan pendidikan, struktur kurikulum, daftar mata kuliah, kode mata kuliah, jumlah SKS, dan penempatan semester. Kedua, pemeriksaan rumusan CPL agar selaras dengan profil lulusan, jenjang pendidikan, serta CPL universitas.
Ketiga, pemetaan CPL terhadap mata kuliah untuk memastikan setiap capaian pembelajaran terakomodasi secara logis dan berkesinambungan. Keempat, penyusunan CPMK yang diturunkan dari CPL terkait dengan menggunakan kata kerja operasional yang terukur. Kelima, pemeriksaan RPS agar metode pembelajaran, pengalaman belajar, dan sistem penilaian sesuai dengan capaian yang ditargetkan.
Keenam, memastikan kesiapan data akademik sebelum diinput ke dalam SIAKAD Cloud, termasuk kesesuaian kode mata kuliah, SKS, semester, data CPL, CPMK, dan RPS. Koordinasi antara ketua program studi dan dosen pengampu juga menjadi bagian penting untuk memastikan kelengkapan serta konsistensi data.
Kehadiran para Wakil Dekan I fakultas beserta jajarannya menjadi bagian penting dalam mendukung koordinasi dan penyelarasan implementasi kurikulum di tingkat fakultas dan program studi. Melalui keterlibatan tersebut, proses verifikasi dokumen dan penginputan data diharapkan berjalan lebih terarah, sesuai dengan kurikulum yang berlaku, serta memenuhi standar mutu akademik.
Dalam proses persiapan, setiap program studi diharapkan membawa dokumen kurikulum terbaru yang telah ditetapkan, struktur kurikulum lengkap, daftar CPL beserta pemetaannya terhadap mata kuliah, serta data CPMK dan RPS yang telah tersedia. Berbagai kendala, ketidaksesuaian, dan perubahan data juga perlu diidentifikasi untuk diklarifikasi sebelum proses penginputan dilakukan.
Pelatihan ini sekaligus menegaskan pentingnya hasil kerja yang dapat diverifikasi. Setiap program studi diharapkan tidak hanya menyelesaikan penginputan data, tetapi juga melakukan pemeriksaan dan memastikan kesesuaiannya dengan dokumen kurikulum yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, UIN FAS Bengkulu berharap implementasi kurikulum OBE dapat berjalan lebih terarah, sistematis, dan terukur. Penyelarasan kurikulum dengan SIAKAD Cloud diharapkan mendukung peningkatan mutu pembelajaran, penguatan sistem penjaminan mutu akademik, serta pencapaian kompetensi lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

