You are currently viewing DEMA FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa melalui Seminar dan Pelatihan Manajemen Organisasi

DEMA FUAD UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa melalui Seminar dan Pelatihan Manajemen Organisasi

UINFASBengkulu – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (DEMA FUAD) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar Seminar Kepemimpinan dan Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) pada Minggu (18/10/2026) di Gedung Serba Guna (GSG) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat keterampilan manajerial, serta mendorong tata kelola organisasi kemahasiswaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD yang diwakili Wakil Dekan II FUAD, Dr. Ismail, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kepemimpinan dan penguatan kapasitas mahasiswa sebagai bekal dalam menjalankan roda organisasi. Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun budaya organisasi yang positif, menjunjung tinggi tanggung jawab, serta berkontribusi terhadap kemajuan fakultas dan institusi.

Kegiatan ini dihadiri oleh para ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) se-FUAD, Duta FUAD, pengurus Senat Mahasiswa (SEMA), serta pengurus DEMA FUAD. Keterlibatan berbagai unsur organisasi kemahasiswaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, membangun sinergi, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa di lingkungan fakultas.

Ketua DEMA FUAD, Yelli Agustin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rencana Tindak Lanjut (RTL) peserta Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Menurutnya, seminar dan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa dalam bidang kepemimpinan dan manajemen organisasi. Melalui kegiatan ini, hasil pelatihan sebelumnya diharapkan tidak hanya berhenti pada pemahaman teoretis, tetapi juga diwujudkan dalam praktik nyata saat menjalankan aktivitas organisasi kemahasiswaan.

Seminar kepemimpinan menghadirkan dua narasumber, yaitu Irwansyah, M.Ag., anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, dan Muhammad Misbach, M.H., anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu. Kedua narasumber berbagi wawasan mengenai kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengelolaan organisasi berdasarkan perspektif serta pengalaman di bidang masing-masing.

Selain seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Manajemen Organisasi (PMO) yang membahas dua materi utama, yakni manajemen diri dan manajemen organisasi. Kedua materi tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengelola diri sekaligus menjalankan organisasi secara efektif.

Materi manajemen diri disampaikan oleh Wakil Dekan III FUAD, Dr. Wira Hadi Kusuma, M.S.I. Dengan pendekatan yang santai dan komunikatif, ia menyampaikan materi melalui contoh konkret serta praktik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut mendorong peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan membantu mereka memahami materi secara lebih mudah.

Pembahasan manajemen diri mencakup pengelolaan waktu, pembentukan kedisiplinan, pengendalian diri, serta penumbuhan rasa tanggung jawab. Aspek-aspek tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai peserta didik sekaligus pengurus organisasi. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan yang efektif berawal dari kemampuan mengenali, mengelola, dan mengembangkan potensi diri.

Sementara itu, materi manajemen organisasi disampaikan oleh Haikal, Ketua Senat Mahasiswa tingkat universitas. Materi ini menitikberatkan pada tata kelola organisasi yang terarah, pembagian tugas dan tanggung jawab, koordinasi antarpengurus, serta pelaksanaan program kerja secara efektif dan terukur.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi, membangun kerja sama yang solid, dan memastikan setiap program kerja terlaksana sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan.