UINFASBengkulu – Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, M. Rizki Naufal Saragih, pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Kegiatan ini mengangkat tema “Kebijakan Fiskal Islam, APBN, Pajak, Zakat, dan Wakaf” untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara.

Melalui kuliah tamu ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai kebijakan fiskal dalam perspektif Islam, termasuk keterkaitannya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), perpajakan, zakat, dan wakaf. Pembahasan tersebut menjadi penting dalam memahami peran instrumen fiskal, baik konvensional maupun berbasis syariah, dalam mendukung pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran narasumber dari Bank Indonesia diharapkan dapat memberikan perspektif praktis mengenai dinamika kebijakan ekonomi dan keuangan, sekaligus menjembatani pemahaman teoretis yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dengan perkembangan kebijakan ekonomi di Indonesia.

Selain memperkaya pengetahuan akademik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendorong mahasiswa berpikir kritis dan analitis dalam melihat peluang integrasi instrumen keuangan Islam dengan kebijakan fiskal nasional. Zakat dan wakaf, misalnya, memiliki potensi strategis sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu ini, Program Studi Ekonomi Syariah FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu terus berupaya memperkuat kualitas pembelajaran melalui kolaborasi dengan praktisi dan lembaga terkait. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan wawasan yang komprehensif mengenai ekonomi syariah serta mempersiapkan mereka menjadi sumber daya manusia yang kompeten dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

