You are currently viewing Dari Majelis Taklim untuk Lingkungan: Tim PKM FEBI UIN FAS Bengkulu Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Eco-Religious

Dari Majelis Taklim untuk Lingkungan: Tim PKM FEBI UIN FAS Bengkulu Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Eco-Religious

UINFASBengkulu – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan terus dilakukan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaboratif yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN FAS Bengkulu dengan menggandeng Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Serut.

Mengusung tema “Eco-Religious Approach dalam Pengelolaan Sampah: Penguatan Peran Majelis Taklim untuk Kesejahteraan yang Berkelanjutan”, kegiatan PKM berbasis komunitas tersebut dilaksanakan pada Jumat (25/9/2026) di Majelis Taklim Tariqul Jannah, Jalan Telaga Dewa 6 RT 15, Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Kegiatan diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Majelis Taklim Tariqul Jannah serta Majelis Taklim At-Tirmidzi. Kegiatan tersebut memadukan pendekatan keagamaan dengan edukasi praktis mengenai pengelolaan sampah, khususnya pemilahan sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama. Sesi pertama diisi dengan penyampaian materi oleh dua narasumber. Eka Rahayu Purbenazir, S.E.I., M.H., selaku Penyuluh Agama Islam KUA Sungai Serut, menyampaikan materi mengenai “Pemeliharaan Lingkungan dalam Islam”.

Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia dalam mengelola bumi. Pendekatan keagamaan tersebut menjadi landasan untuk membangun kesadaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dosen FEBI UIN FAS Bengkulu, Khairiah Elwardah, M.Ag., memberikan materi mengenai “Pemilahan Sampah Anorganik yang Bernilai Ekonomis”. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah anorganik yang dapat dipilah, dimanfaatkan kembali, dan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola melalui mekanisme yang tepat.

Memasuki sesi kedua, peserta mengikuti praktik langsung pemilahan sampah anorganik. Praktik tersebut dipandu oleh dua mahasiswa FEBI UIN FAS Bengkulu, Della Puja Firanti dan Zyra Meliana.

Berbekal pengalaman dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berkaitan dengan aktivitas bank sampah, keduanya memberikan pendampingan kepada peserta untuk mengenali dan mengklasifikasikan sampah yang dapat didaur ulang maupun memiliki nilai ekonomis.

Ketua Pelaksana PKM, Nilda Susilawati, M.Ag., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai Islam.

“Kami memilih mitra majelis taklim karena ibu-ibu merupakan pilar utama dalam manajemen rumah tangga. Melalui mereka, edukasi pemilahan sampah ini bisa langsung dipraktikkan secara mandiri dari dapur masing-masing,” ujar Nilda.

Menurutnya, pendekatan berbasis majelis taklim diharapkan dapat memperluas dampak edukasi lingkungan karena pengelolaan sampah rumah tangga membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat. Dengan demikian, pemilahan sampah tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program Pemerintah Kota Bengkulu yang mendorong keberadaan bank sampah di setiap kelurahan. Melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan, jamaah majelis taklim diharapkan dapat berperan aktif dalam memanfaatkan sekaligus menggerakkan keberadaan bank sampah di lingkungan masing-masing.

Komitmen tersebut akan dilanjutkan melalui keterlibatan mahasiswa Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEBI UIN FAS Bengkulu. Mahasiswa KSEI nantinya akan berperan sebagai penghubung dalam menyalurkan sampah anorganik dari rumah tangga jamaah menuju bank sampah terdekat.

Mekanisme pengumpulan dan penyaluran sampah tersebut akan diatur melalui kesepakatan bersama antara tim pengabdi dan pengurus majelis taklim. Langkah ini diharapkan dapat membangun pola pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut didampingi dosen FEBI UIN FAS Bengkulu, Iis Rusmawati, M.H., serta Ketua Majelis Taklim Tariqul Jannah, Husnawati.