UINFASBengkulu – Sosok Prof. Dr. Khairuddin Wahid resmi mengemban amanah baru sebagai Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu periode 2026–2030 setelah dilantik oleh Menteri Agama pada 10 Maret 2026 di Jakarta. Pelantikan ini menandai babak baru kepemimpinan di kampus merah putih tersebut, menggantikan kepemimpinan Prof. Dr. KH. Zulkarnain, M.Pd yang telah menorehkan berbagai capaian dan terobosan bagi kemajuan kampus.

Perjalanan hidup Prof. Khairuddin Wahid merupakan kisah inspiratif tentang tekad, ketekunan, dan pengabdian panjang di dunia pendidikan serta organisasi keagamaan. Lahir di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, pada 14 November 1967, Khairuddin merupakan putra bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H. Abd. Wahid dan Azidah.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Swasta di desanya sejak tahun 1974. Sejak kecil, Khairuddin telah menunjukkan kecerdasan akademik. Saat duduk di kelas lima MI, pihak sekolah merekomendasikannya mengikuti ujian akhir lebih cepat. Hasilnya, ia berhasil menamatkan pendidikan dasar hanya dalam waktu lima tahun.
Pada usia 13 tahun, Khairuddin untuk pertama kalinya meninggalkan kampung halaman untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Pancasila Kota Bengkulu pada tahun 1979 dan lulus pada 1982. Semangat menuntut ilmu membawanya tetap tinggal di pesantren tersebut untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah hingga tamat pada tahun 1985.
Setelah lulus, Khairuddin yang akrab disapa Heru oleh rekan-rekannya menyampaikan keinginannya kepada sang guru, KH. Daroini, untuk melanjutkan pendidikan pesantren. Atas arahan sang kiai, ia kemudian berangkat menuju Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta pada tahun 1985.

Selama menempuh pendidikan di pesantren tersebut, Khairuddin juga melanjutkan studi di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 1990 dengan predikat lulusan terbaik.
Masa studinya di Yogyakarta tidak hanya diisi dengan kegiatan akademik. Khairuddin juga aktif sebagai aktivis kampus dan organisasi eksternal. Ia tercatat pernah menjadi pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta pengurus wilayah Gerakan Pemuda Ansor Yogyakarta. Selain itu, ia juga aktif di Korps Dakwah Mahasiswa dan menjadi pendiri sekaligus ketua pertama Himpunan Santri Sumatera di Yogyakarta.
Di sela aktivitas akademik dan organisasi tersebut, Khairuddin dipertemukan dengan Siti Maimunah, seorang mahasiswi FISIPOL Universitas Gadjah Mada asal Krapyak. Keduanya kemudian menikah pada tahun 1992 saat Khairuddin berusia 25 tahun. Hingga kini, pasangan tersebut telah dikaruniai empat orang anak, satu menantu, serta seorang cucu laki-laki.
Sepulang dari Yogyakarta, Khairuddin terus aktif dalam kegiatan organisasi keagamaan di Bengkulu. Ia dikenal sebagai tokoh yang aktif membina kaderisasi di PMII serta pernah menjabat sebagai Ketua Wilayah GP Ansor Bengkulu selama dua periode, yakni 1999 hingga 2009. Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Bengkulu dan hingga kini menjabat sebagai Ketua Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Bengkulu.

Karier akademiknya dimulai pada tahun 1993 sebagai dosen tetap Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang yang saat itu berada di Bengkulu. Komitmen terhadap pengembangan keilmuan membawanya melanjutkan pendidikan magister di UIN Sumatera Utara melalui program beasiswa pada tahun 1997 hingga 1999. Ia kemudian melanjutkan studi doktoralnya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2014 dan berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2018.
Dalam perjalanan karier akademiknya, Khairuddin juga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di lingkungan kampus. Pada tahun 2020 ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Wakil Direktur Pascasarjana, kemudian pada tahun 2021 dipercaya menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan.
Puncak karier akademiknya diraih ketika pada 1 Januari 2023 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Hukum Ekonomi Syariah.
Kini, dengan pengalaman panjang di dunia akademik, organisasi, dan kepemimpinan, Prof. Khairuddin Wahid dipercaya memimpin UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu untuk lima tahun ke depan.
Dalam kesempatan pelantikannya, Prof. Khairuddin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan kampus serta memperkuat kualitas akademik dan reputasi kelembagaan.
“UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu harus terus berkembang menjadi kampus unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan peradaban,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian yang telah diraih pada masa kepemimpinan sebelumnya akan menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih maju.
Dengan pengalaman panjang, jaringan luas, serta dedikasi di dunia pendidikan dan keagamaan, kepemimpinan Prof. Khairuddin Wahid diharapkan mampu membawa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menuju fase perkembangan yang lebih progresif dan berdaya saing.

