You are currently viewing HTN Pascasarjana UIN FAS Bengkulu Gelar Seminar Internasional Sinkronisasi Nilai Islam dan Sistem Pemerintahan

HTN Pascasarjana UIN FAS Bengkulu Gelar Seminar Internasional Sinkronisasi Nilai Islam dan Sistem Pemerintahan

UINFASBengkulu – Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menggelar Seminar Internasional Sistem Pemerintahan di Indonesia dengan tema “Upaya Penyelarasan Nilai-Nilai Islam dengan Tantangan Kontemporer di Era Globalisasi”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Djama’an Nur UIN FAS Bengkulu, Jumat (28/11/2025).

Seminar internasional ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr. Ahmad Abdul Malik, Dr. Amancik, S.H., M.Hum., serta Prof. Dr. Imam Mahdi, M.H. Ketiganya memaparkan berbagai perspektif mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem pemerintahan yang terus berkembang di tengah arus globalisasi.

Direktur Pascasarjana UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. H. Rohimin, M.Ag., dalam sambutan pembukaannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik di lingkungan pascasarjana.
“Seminar internasional ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, berpikir kritis, serta memahami bagaimana nilai-nilai Islam dapat selaras dengan perkembangan sistem pemerintahan modern,” ujar Prof. Rohimin.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan global menuntut lulusan HTN tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.
“Kita ingin melahirkan akademisi dan praktisi hukum tata negara yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter Islami,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemateri, Dr. Ahmad Abdul Malik, menyampaikan bahwa nilai-nilai Islam sejatinya memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip-prinsip pemerintahan modern.
“Nilai keadilan, musyawarah, dan amanah yang diajarkan dalam Islam sangat relevan untuk membangun sistem pemerintahan yang demokratis, transparan, dan berkeadaban,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Amancik, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya peran akademisi dalam menjembatani antara teori dan praktik.
“Mahasiswa HTN harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan nilai-nilai Islam dalam perumusan kebijakan publik,” jelasnya.

Adapun Prof. Dr. Imam Mahdi, M.H., dalam pemaparannya menyoroti tantangan globalisasi yang semakin kompleks.
“Globalisasi tidak bisa dihindari, namun nilai-nilai Islam harus tetap menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pemerintahan yang berdaulat dan berkeadilan,” tegasnya.

Peserta seminar yang merupakan mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis terkait implementasi nilai-nilai Islam dalam praktik ketatanegaraan di Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Pascasarjana UIN FAS Bengkulu. Melalui seminar internasional ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif tentang sistem pemerintahan Indonesia dalam perspektif Islam serta mampu menjawab tantangan global secara akademis dan praktis.