UINFASBengkulu – Jakarta— Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung di Jakarta, 25–28 September 2026. Forum internasional ini mempertemukan para imam besar, ulama, akademisi, dan tokoh keagamaan dari berbagai negara untuk membahas peran agama dalam membangun harmoni, diplomasi keagamaan, dan perdamaian dunia.

IGIC 2026 mengangkat tema “Mosque Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace”. Konferensi tersebut dipusatkan di Masjid Istiqlal dan menjadi ruang dialog internasional mengenai penguatan peran masjid, diplomasi keagamaan, persoalan kemanusiaan, serta upaya membangun perdamaian global. Berdasarkan informasi penyelenggara, forum ini diikuti delegasi dari 39 negara dengan 47 delegasi imam.
Kehadiran Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi Islam dalam memperluas jejaring akademik dan keagamaan, sekaligus mengikuti perkembangan pemikiran global mengenai peran agama dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan.

Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., menyampaikan bahwa forum internasional seperti IGIC memiliki arti penting bagi perguruan tinggi Islam karena mempertemukan berbagai perspektif keagamaan dari lintas negara.
“Kehadiran kita dalam International Grand Imams Conference 2026 menjadi momentum untuk memperluas wawasan dan jejaring keislaman, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam membangun perdamaian dan kemanusiaan. Nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin harus terus kita hadirkan melalui pendidikan, dialog, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Prof. Dr. Khairudin, M.Ag.
Menurutnya, diplomasi keagamaan memiliki ruang strategis dalam membangun komunikasi dan memperkuat persaudaraan di tengah berbagai persoalan global. Perguruan tinggi Islam, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun tradisi akademik yang terbuka, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
“Kita berharap forum seperti ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga melahirkan kerja sama dan langkah nyata. UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu siap mengambil bagian dalam membangun jejaring keilmuan dan kemanusiaan, baik pada tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Dihadiri Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal
IGIC 2026 turut dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar. Dalam rangkaian forum tersebut, Nasaruddin Umar menekankan pentingnya spiritual diplomacy atau diplomasi berbasis nilai-nilai keagamaan sebagai salah satu pendekatan untuk meredam ketegangan dan konflik internasional.
Konferensi ini juga diarahkan untuk memperkuat peran masjid sebagai ruang dialog, pusat peradaban, dan sarana membangun harmoni sosial. Salah satu agenda penting IGIC 2026 adalah penyusunan Jakarta Understanding, yang membahas penguatan peran strategis masjid dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Tokoh Keagamaan Palestina Hadir di IGIC 2026
Kehadiran IGIC 2026 turut menghadirkan sejumlah tokoh keagamaan Palestina. Di antaranya Mufti Agung Al-Quds sekaligus Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein, serta Penasihat Presiden Otoritas Palestina untuk Urusan Agama sekaligus Hakim Syariah Tertinggi, Mahmoud Al-Habbash. Keduanya berada di Indonesia dalam rangka mengikuti rangkaian IGIC 2026 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Syekh Muhammad Hussein dijadwalkan menyampaikan pidato khusus sekaligus terlibat dalam dialog mengenai perdamaian dunia. Kehadirannya memberikan ruang bagi penyampaian perspektif langsung mengenai persoalan kemanusiaan dan situasi Palestina dalam forum keagamaan internasional tersebut.
Isu Palestina menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian IGIC 2026. Pertemuan antara Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan Syekh Muhammad Hussein dan Mahmoud Al-Habbash juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai persoalan kemanusiaan dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Selain dialog, rangkaian kegiatan di Masjid Istiqlal juga diwarnai pesan perdamaian dari Imam Besar Masjid Al-Aqsa. Pada 25 September 2026, Syekh Muhammad Hussein menyampaikan pesan perdamaian seusai pelaksanaan salat Jumat di hadapan jamaah dan para delegasi.

