UINFASBengkulu – Upaya inovatif dalam pengelolaan sampah plastik terus berlanjut melalui kegiatan pendampingan yang digelar di Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini merupakan agenda pendampingan lanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Pendampingan ini menghadirkan dosen Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Ustadz Khosi’in, M.Pd., yang secara langsung membimbing para ustadz, ustadzah, dan santri dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna seperti paving blok dan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Direktur Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, KH. M. Sahri, S.H., M.H., yang menyambut baik keberlanjutan program ini sebagai bentuk edukasi lingkungan berbasis pesantren.
Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Ag., dalam keterangannya mengapresiasi kegiatan pendampingan tersebut sebagai wujud nyata kontribusi akademisi dalam menjawab persoalan lingkungan di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Inovasi pengelolaan sampah seperti ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan edukasi bagi generasi muda,” ujar Rektor.
Sementara itu, Ustadz Khosi’in, M.Pd., menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada para santri dalam mengelola sampah secara produktif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi masalah, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai. Harapannya, santri mampu menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Direktur Pondok Pesantren Pancasila Bengkulu, KH. M. Sahri, S.H., M.H., juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan lanjutan ini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membangun kesadaran santri untuk menjaga lingkungan sekaligus berinovasi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pendampingan lanjutan ini, diharapkan para santri mampu menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah, serta turut menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, produktif, dan berkelanjutan.

