UINFASBengkulu – Sebanyak 37 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi dilantik dalam kegiatan pelantikan PNS Kementerian Agama formasi tahun 2024 yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia secara hybrid, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Agama RI, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Agama. Di tingkat universitas, hadir Rektor UIN FAS Bengkulu Prof. Dr. Khairudin, M.Ag, Wakil Rektor II dan III, Kepala Bagian Umum dan Akademik, para dekan, serta Direktur Pascasarjana. Acara berlangsung di Aula Jamaan Nur UIN FAS Bengkulu.


Dalam sambutannya, Rektor UIN FAS Bengkulu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut patut disyukuri mengingat ketatnya persaingan seleksi.
“Dari sekitar 6 juta pelamar, hanya 6 persen yang dinyatakan lulus. Artinya, capaian ini harus benar-benar disyukuri dan dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Rektor juga menekankan pentingnya menjaga perilaku sebagai aparatur Kementerian Agama, baik dalam perkataan maupun tindakan, termasuk di luar jam kerja.
“Tanggung jawab pegawai Kementerian Agama lebih berat, karena membawa nama seluruh agama di Indonesia. Masyarakat akan menilai kita setiap saat, bahkan di luar jam kerja. Karena itu, sesungguhnya kita bekerja selama 24 jam untuk menjaga nama baik institusi,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa disiplin waktu bukanlah keunggulan, melainkan standar dasar. Menurutnya, pegawai yang unggul adalah mereka yang datang sebelum waktu dan mampu menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan profesional.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, dalam arahannya menyampaikan bahwa status PNS merupakan bagian dari jenjang karier yang harus dijalani dengan kinerja optimal.
“Bekerjalah dengan kecepatan. Jangan pernah berpikir untuk memperlambat pekerjaan,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan konsep “4K” bagi ASN yang berorientasi pada masyarakat, yaitu kecepatan layanan, kemudahan layanan, kemanfaatan kebijakan, dan kebahagiaan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan karier ASN ditentukan oleh performa kerja dan proyeksi ke depan, termasuk kedisiplinan waktu. Ia menegaskan bahwa pegawai idealnya hadir minimal 15 menit sebelum jam kerja sebagai bentuk kesiapan dalam menjalankan tugas.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengingatkan para PNS untuk selalu mengingat perjuangan dan doa orang tua di balik keberhasilan mereka.
“Di balik kesuksesan kalian, ada orang tua yang mendoakan siang dan malam dengan air mata. Ingatlah mereka agar kalian selalu berhati-hati dalam bertindak,” pesannya.
Ia juga menekankan nilai-nilai utama yang harus dipegang oleh ASN Kementerian Agama, seperti ikhlas, sabar, tawaduk, ihsan, qanaah, dan amanah.
“Bekerjalah dengan ikhlas, bahkan lebih tinggi dari itu, yaitu ‘mukhlas’. Jadilah pribadi yang sabar, tidak mudah emosional, serta memiliki sikap qanaah, yaitu merasa cukup dan menjauhkan diri dari sifat serakah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama sejatinya tidak mengenal batas waktu kerja.
“Tidak ada kata libur dalam menjaga marwah Kementerian Agama. Di mana pun berada, kita tetap membawa simbol dan nama baik institusi,” ungkapnya.
Dengan pelantikan ini, diharapkan seluruh PNS yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, serta komitmen dalam melayani masyarakat dan menjaga nama baik Kementerian Agama.

