UINFASBengkulu – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan turun langsung ke madrasah untuk melakukan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) serta edukasi bahaya rokok bagi siswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek penyelesaian Tugas Akhir Mata Kuliah Kajian Konflik Sosial yang diampu oleh Sepri Yunarman. Program tersebut dilaksanakan di Madrasah Rodlotur Rosmani, pada Rabu, 20 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.


Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak pihak sekolah, baik guru maupun siswa, untuk mendukung penerapan Kawasan Tanpa Rokok di lingkungan pendidikan. Sosialisasi juga menekankan pentingnya gerakan siswa anti-rokok sebagai upaya preventif dalam melindungi generasi muda dari dampak buruk konsumsi tembakau.
Sepri Yunarman dalam penyampaiannya menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman dan sehat bagi seluruh warga pendidikan. Menurutnya, penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Sekolah harus menjadi ruang yang bebas dari paparan asap rokok agar proses pendidikan berjalan optimal dan peserta didik terlindungi dari dampak kesehatan jangka panjang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa IPS UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan perannya tidak hanya sebagai pembelajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan sehat, udara bersih, serta budaya hidup tanpa rokok di lingkungan pendidikan.

