UINFASBengkulu – Kepala Pusat Lingkungan Hidup (PLH) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu, Fadilah, S.Si., M.Si., C.EIA., C.TL., C.PS., mengajak masyarakat, khususnya lingkungan sekolah, untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui pendidikan, pembiasaan, dan aksi nyata. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Bengkulu Menyapa yang diselenggarakan RRI Pro 1 Bengkulu, Kamis (15/10/2026).

Dialog bertema “Menjaga Lingkungan Dimulai dari Sekolah” tersebut disiarkan secara langsung melalui RRI Pro 1 Bengkulu pada frekuensi 92,5 FM dan kanal YouTube RRI NET Bengkulu. Kegiatan ini juga menghadirkan Christina Suwarni, penggiat lingkungan dan Tim Ekologi Dekanat Bengkulu, serta Yulia Suparti, S.Pd., guru SMPN 11 Kota Bengkulu sekaligus penggiat lingkungan.
Dalam dialog tersebut, Fadilah menegaskan bahwa pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini melalui pembentukan karakter, pembiasaan perilaku positif, dan keteladanan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya.

“Pendidikan lingkungan tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Kita harus mampu mengubah pengetahuan menjadi kebiasaan, dan kebiasaan menjadi budaya. Sekolah yang berbudaya lingkungan bukan sekadar sekolah yang bersih dan hijau, tetapi sekolah yang mampu membangun perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan,” ungkap Fadilah.
Ia juga menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, gerakan membuang sampah pada tempatnya perlu ditingkatkan menjadi kebiasaan mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, sampah dapat dikelola secara lebih efektif, bahkan memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Fadilah menambahkan bahwa upaya membangun budaya peduli lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari sekolah, keluarga, komunitas lingkungan, perguruan tinggi, hingga pemerintah. Sinergi tersebut dinilai penting agar pendidikan lingkungan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui PLH LPPM UIN FAS Bengkulu, pihaknya terus mendorong edukasi, pendampingan, serta pengembangan berbagai gerakan lingkungan berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Jangan hanya mengajarkan anak-anak menanam pohon, tetapi ajarkan bagaimana merawatnya hingga tumbuh. Jangan hanya mengajarkan membuang sampah, tetapi biasakan mereka mengurangi dan memilahnya. Sebab, menjaga lingkungan bukan sekadar pengetahuan, melainkan tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam tindakan,” pungkasnya.
Keikutsertaan Kepala PLH UIN FAS Bengkulu dalam dialog interaktif tersebut menjadi salah satu upaya memperluas literasi lingkungan kepada masyarakat. Melalui edukasi publik dan kolaborasi lintas sektor, UIN FAS Bengkulu terus mendorong penguatan pendidikan berkelanjutan serta pembentukan generasi muda yang sadar, peduli, dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

