You are currently viewing Pelatihan Manajemen Risiko UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Resmi Ditutup, Perkuat Tata Kelola Menuju Kampus Unggul Berstandar Internasional

Pelatihan Manajemen Risiko UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Resmi Ditutup, Perkuat Tata Kelola Menuju Kampus Unggul Berstandar Internasional

UINFASBengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Penyusunan Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI). Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.

Pelatihan ditutup setelah seluruh peserta mengikuti rangkaian materi, diskusi, praktik penyusunan profil risiko, hingga evaluasi implementasi manajemen risiko pada masing-masing unit kerja. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional Sholichin Agung Darmawan, seorang praktisi sekaligus konsultan manajemen risiko dan sistem manajemen yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam bidang audit, tata kelola, dan pengembangan organisasi. Ia merupakan Lead Assessor Manajemen Risiko berbasis ISO 31000 serta memiliki pengalaman sebagai Training and Business Development Director di British Standards Institution (BSI) dan Managing Director PT Decra Group Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai penerapan Risk Management Education Organization Management System berbasis ISO 31000:2018 sebagai landasan pengelolaan risiko di lingkungan perguruan tinggi. Materi diawali dengan pemahaman konsep dasar risiko, prinsip-prinsip manajemen risiko, hingga pentingnya membangun budaya sadar risiko dalam mendukung keberlanjutan organisasi.

Narasumber menjelaskan bahwa risiko merupakan pengaruh ketidakpastian terhadap pencapaian tujuan organisasi. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi harus mampu mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan berbagai risiko yang berpotensi menghambat pencapaian visi dan misi institusi.

Selama pelatihan, peserta juga dibimbing memahami tahapan penyusunan manajemen risiko mulai dari identifikasi potensi risiko, penetapan kategori risiko, penyusunan dampak dan kemungkinan terjadinya risiko, penentuan tingkat risiko, hingga penyusunan strategi pengendalian dan profil risiko pada setiap unit kerja.

Selain itu, materi menekankan pentingnya penyelarasan manajemen risiko dengan perencanaan strategis perguruan tinggi melalui analisis konteks organisasi, identifikasi isu internal dan eksternal, serta pengelompokan risiko ke dalam berbagai kategori, seperti sumber daya keuangan, sumber daya manusia, reputasi, kepatuhan, keunggulan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada sesi praktik, peserta menyusun identifikasi risiko berdasarkan proses bisnis di unit masing-masing, melakukan penilaian tingkat risiko, serta menentukan langkah-langkah mitigasi yang efektif sesuai tingkat risiko yang dihadapi. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen profil risiko yang dapat menjadi dasar pengambilan keputusan strategis di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Melalui pelatihan ini, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu semakin menegaskan komitmennya dalam membangun sistem tata kelola perguruan tinggi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap berbagai tantangan. Implementasi manajemen risiko diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi budaya organisasi yang mendukung peningkatan kualitas layanan, efektivitas pengelolaan sumber daya, serta pencapaian target strategis universitas menuju perguruan tinggi unggul dan bereputasi internasional.

Penutupan kegiatan ini sekaligus menjadi awal implementasi penyusunan dokumen manajemen risiko pada seluruh unit kerja di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu sebagai bagian dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan pengembangan tata kelola perguruan tinggi yang lebih akuntabel, efektif, dan berkelanjutan.