You are currently viewing Tiga Wakil Rektor Bekali Mahasiswa Baru UIN FAS Bengkulu, Tekankan Akademik, Kemahasiswaan, dan Tata Kelola Kampus

Tiga Wakil Rektor Bekali Mahasiswa Baru UIN FAS Bengkulu, Tekankan Akademik, Kemahasiswaan, dan Tata Kelola Kampus

UINFASBengkulu — Tiga Wakil Rektor UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu UIN FAS Bengkulu, Selasa (18/8/2026).

Hadir sebagai pemateri, Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, MA., Wakil Rektor II Dr. Japarudin, M.Si., dan Wakil Rektor III Dr. Rahmat Ramdhani, M.Sos.I. Ketiganya menyampaikan materi yang berbeda, mulai dari kemahasiswaan, akademik, hingga administrasi dan keuangan sebagai bekal awal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan perguruan tinggi.

Pemaparan diawali oleh Wakil Rektor III Dr. Rahmat Ramdhani, M.Sos.I. yang memberikan pemahaman mengenai kehidupan kemahasiswaan di UIN FAS Bengkulu. Ia menekankan bahwa PBAK bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, melalui PBAK mahasiswa dapat memahami struktur kelembagaan, kehidupan akademik, serta berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan UIN FAS Bengkulu.

“Mahasiswa baru perlu mengikuti seluruh rangkaian PBAK dengan baik karena melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengenal UIN FAS Bengkulu secara lebih mendalam, baik dari sisi struktur maupun kehidupan akademik. Pahami pula aturan dan kode etik kemahasiswaan sebagai bagian dari tanggung jawab selama menjadi mahasiswa,” ujar Dr. Rahmat.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan aturan dan kode etik sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi. Menurutnya, kebebasan mahasiswa dalam mengembangkan potensi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan etika.

Selanjutnya, Wakil Rektor I Prof. Dr. Asnaini, MA., menyampaikan materi mengenai UIN FAS Bengkulu, visi, misi, perkembangan kelembagaan, serta arah pengembangan kampus ke depan. Materi disampaikan melalui presentasi yang menampilkan profil dan capaian UIN FAS Bengkulu.

Dalam paparannya, Prof. Asnaini menjelaskan bahwa UIN FAS Bengkulu merupakan perguruan tinggi hasil transformasi dari IAIN Bengkulu yang sebelumnya merupakan STAIN Bengkulu. UIN FAS Bengkulu resmi bertransformasi berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2021.

Ia juga memperkenalkan visi UIN FAS Bengkulu, yaitu menjadi universitas unggul dan berdaya saing global dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas. Visi tersebut menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta tata kelola universitas.
“Mahasiswa baru harus memahami bahwa menjadi bagian dari UIN FAS Bengkulu bukan hanya tentang memperoleh gelar akademik, tetapi juga bagaimana menjadi bagian dari proses mewujudkan visi universitas. Karena itu, mahasiswa harus memiliki semangat untuk unggul, berdaya saing global, serta mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Prof. Asnaini.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Asnaini turut memaparkan perkembangan UIN FAS Bengkulu. Saat ini UIN FAS Bengkulu memiliki empat fakultas dengan 34 program studi serta program pascasarjana yang terdiri atas dua program doktor dan delapan program magister.

Dari sisi sumber daya manusia, UIN FAS Bengkulu memiliki 296 dosen, termasuk 28 guru besar, 37 lektor kepala, 163 lektor, dan 68 asisten ahli. Sementara itu, jumlah tenaga kependidikan mencapai 139 orang, dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 8.520 orang berdasarkan data Agustus 2026. Jumlah lulusan tercatat sebanyak 13.825 orang.

Prof. Asnaini juga menyoroti sejumlah capaian UIN FAS Bengkulu dalam tiga tahun terakhir, di antaranya peningkatan jumlah guru besar dari dua menjadi 28 orang, peningkatan akreditasi institusi dari B menjadi Unggul, serta bertambahnya program studi terakreditasi Unggul dari tiga menjadi tujuh program studi. Selain itu, UIN FAS Bengkulu telah memperoleh sertifikasi ISO 21001:2018 dan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 UIN FAS Bengkulu.

“Capaian yang telah diraih universitas harus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkembang. UIN FAS Bengkulu sedang bergerak menuju perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Mahasiswa merupakan bagian penting dari proses tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Dr. Japarudin, M.Si., memberikan penjelasan mengenai administrasi dan keuangan. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam pembekalan mahasiswa baru agar memahami berbagai aspek administratif yang berkaitan dengan kehidupan akademik selama menempuh pendidikan di UIN FAS Bengkulu.

Dr. Japarudin mengingatkan mahasiswa agar memahami prosedur administrasi dan keuangan dengan baik serta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan universitas.

“Mahasiswa perlu memahami bahwa kelancaran proses akademik juga didukung oleh tertib administrasi dan pengelolaan keuangan yang baik. Karena itu, ikuti setiap prosedur yang berlaku dan jangan ragu memanfaatkan layanan resmi universitas apabila membutuhkan informasi,” jelasnya.

Rangkaian pembekalan tiga Wakil Rektor tersebut memberikan gambaran menyeluruh kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan mereka di lingkungan UIN FAS Bengkulu. Mulai dari mengenal struktur dan arah pengembangan universitas, memahami kehidupan kemahasiswaan dan kode etik, hingga mengetahui aspek administrasi serta keuangan.

Materi PBAK juga menegaskan arah UIN FAS Bengkulu ke depan sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang kontekstual, inklusif, dan berorientasi masa depan. Penguatan moderasi beragama, integrasi ekoteologi dalam kurikulum dan riset, serta transformasi kurikulum berbasis outcome dan kebutuhan zaman menjadi bagian dari arah pengembangan tersebut.

Pembekalan ini sekaligus memperkuat semangat PBAK 2026 yang mengusung tema “Membentuk Generasi Qurani yang Berwawasan Ekoteologi.” Melalui tema tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter Qurani, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan menghadapi perkembangan zaman.