You are currently viewing Dosen PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tampil di Konferensi Internasional, Angkat Transformasi Digital Madrasah

Dosen PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tampil di Konferensi Internasional, Angkat Transformasi Digital Madrasah

Jakarta — Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Rini Fitria, S.Ag., M.Si., turut ambil bagian dalam forum akademik internasional melalui kegiatan Annual International Conference on Islam, Media and Digital Society (AICIMID) 2026.

Konferensi tersebut diselenggarakan oleh FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan KKNI VI Askopis Indonesia dan berlangsung di Millennium Sirih Hotel, Jakarta, tahun 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Dr. Rini Fitria mempresentasikan kajian berjudul “E-Learning and Online Madrasah Initiatives in Bengkulu: Evaluation of the Effectiveness, Equity and Sustainability of Digital Transformation in Madrasah.” Kajian ini menyoroti perkembangan pembelajaran berbasis digital di madrasah di Provinsi Bengkulu, khususnya dari aspek efektivitas, pemerataan akses, serta keberlanjutan transformasi digital.

Keikutsertaan Dr. Rini Fitria menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kajian akademik dari UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ke ruang akademik internasional. Isu transformasi digital madrasah yang diangkat juga dinilai relevan dengan tantangan pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola pembelajaran masyarakat.

Dr. Rini Fitria mengatakan, penelitian mengenai transformasi digital madrasah di Bengkulu berangkat dari kebutuhan untuk melihat secara lebih komprehensif bagaimana teknologi dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam.

“Transformasi digital tidak cukup hanya dilihat dari tersedianya perangkat dan akses internet. Efektivitas pembelajaran, pemerataan kesempatan bagi peserta didik, kesiapan guru, serta keberlanjutan program menjadi aspek yang harus diperhatikan secara bersamaan. Karena itu, kajian ini mencoba melihat bagaimana inisiatif e-learning dan madrasah daring dapat dikembangkan secara lebih efektif, adil, dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Rini.

Konferensi AICIMID 2026 turut menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi sebagai keynote speaker dan pemateri. Di antaranya Hj. Meutya Viada Hafiz, Prof. Asep Saepudin, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kehadiran para akademisi dan tokoh tersebut memperkuat posisi AICIMID sebagai ruang dialog ilmiah yang membahas perkembangan Islam, media, dan masyarakat digital. Berbagai isu strategis pendidikan dan kehidupan keislaman di era digital menjadi bagian dari diskusi dalam konferensi tersebut.

Bagi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, partisipasi Dr. Rini Fitria tidak hanya menjadi pencapaian personal sebagai akademisi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi penguatan reputasi institusi. Presentasi pada forum internasional sekaligus menunjukkan bahwa isu dan hasil kajian yang berkembang di Bengkulu memiliki relevansi untuk didiskusikan dalam konteks akademik yang lebih luas.

Ke depan, pengalaman dan jejaring yang diperoleh melalui AICIMID diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi pembelajaran digital di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan madrasah di Provinsi Bengkulu.

Keikutsertaan dosen dalam forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya riset, meningkatkan visibilitas institusi, dan mendorong kontribusi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam menjawab tantangan pendidikan Islam di era transformasi digital.