UINFASBengkulu – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu melaksanakan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Tahun 2026, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Implementasi MBKM Berorientasi Kampus Berdampak: Belajar, Berkontribusi, dan Memberi Dampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen FEBI dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi mitra serta masyarakat.

Sebanyak 213 mahasiswa mengikuti program MBKM tahun ini. Mereka berasal dari Program Studi Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Zakat dan Wakaf, serta Manajemen Haji dan Umrah. Kegiatan juga diikuti oleh dosen pembimbing, dosen pengampu mata kuliah yang direkognisi melalui program MBKM, serta koordinator program studi di lingkungan FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Herlina Yustati, MA.Ek. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa MBKM tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan magang, kewirausahaan, riset, maupun pemenuhan satuan kredit semester (SKS). Lebih dari itu, MBKM merupakan bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa yang dilaksanakan melalui pengalaman di luar kampus.

“Mahasiswa berangkat melalui program MBKM, tetapi pelaksanaannya kita arahkan dalam semangat Kampus Berdampak. Mahasiswa tidak hanya belajar dari mitra, tetapi kehadiran mahasiswa juga harus memberikan manfaat bagi mitra dan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Herlina, keberhasilan MBKM tidak cukup diukur dari selesainya kegiatan mahasiswa di lokasi mitra atau diperolehnya rekognisi SKS. Program tersebut harus mampu menunjukkan kompetensi yang diperoleh mahasiswa, ketercapaian pembelajaran, serta kontribusi nyata yang diberikan selama mengikuti kegiatan.
Karena itu, mahasiswa diingatkan untuk memandang seluruh aktivitas di lokasi mitra sebagai bagian dari proses akademik. Setiap proses pembelajaran harus didokumentasikan melalui logbook, laporan kegiatan, produk atau hasil pekerjaan, serta berbagai eviden yang dapat menunjukkan ketercapaian pembelajaran.
FEBI juga menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dosen pengampu mata kuliah, program studi, dan mitra. Dosen pembimbing diharapkan melaksanakan pembimbingan dan monitoring secara berkelanjutan. Sementara itu, dosen pengampu bertanggung jawab memastikan rekognisi mata kuliah diberikan berdasarkan capaian pembelajaran yang benar-benar diperoleh mahasiswa selama mengikuti program.
“Yang kita rekognisi bukan sekadar kehadiran mahasiswa di tempat magang, tetapi capaian pembelajarannya. Karena itu, harus dapat ditelusuri aktivitas yang dilakukan, CPMK yang dicapai, eviden yang tersedia, dan bagaimana asesmennya dilakukan,” tegas Herlina.
Pembekalan berlangsung interaktif. Mahasiswa diajak memahami sejak awal mata kuliah yang akan direkognisi serta tanggung jawab akademik dan profesional selama berada di lokasi MBKM. Mereka juga didorong untuk tidak sekadar menunggu tugas dari mitra, tetapi mampu menunjukkan inisiatif, kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, integritas, serta kemampuan menyelesaikan persoalan di lingkungan kerja.
Orientasi Kampus Berdampak menjadi salah satu penekanan utama dalam pelaksanaan MBKM tahun ini. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima pengalaman belajar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang dapat dirasakan oleh lembaga mitra dan masyarakat.
“Kami ingin ketika program ini selesai, mitra tidak hanya mengatakan bahwa mahasiswa FEBI telah selesai melaksanakan program MBKM, tetapi justru berharap mahasiswa FEBI dapat kembali hadir pada tahun berikutnya. Itu menjadi salah satu indikator sederhana bahwa kehadiran mahasiswa kita memberikan dampak,” tambah Herlina.
Melalui program MBKM, FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berupaya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di lapangan. Mahasiswa diharapkan memperoleh lebih dari sekadar nilai dan rekognisi SKS. Mereka juga diharapkan membawa pulang kompetensi, pengalaman, jejaring, kedewasaan profesional, serta rekam jejak kontribusi nyata selama berada di lingkungan mitra.
Kegiatan pembekalan dan pelepasan tersebut kemudian ditandai dengan pembukaan secara resmi sekaligus pelepasan 213 mahasiswa peserta MBKM untuk melaksanakan program di mitra masing-masing. Program ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu membentuk mahasiswa yang kompeten, adaptif, profesional, dan memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat “Belajar, Berkontribusi, dan Memberi Dampak”, FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menegaskan bahwa MBKM bukan sekadar perjalanan akademik di luar kampus, melainkan bagian dari upaya membentuk lulusan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

