UINFASBengkulu — Kemah Pramuka Madrasah Daerah Tahun 2026 se-Provinsi Bengkulu resmi dibuka di Bumi Perkemahan UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu. Kegiatan yang mempertemukan pramuka madrasah dari berbagai wilayah di Provinsi Bengkulu ini menjadi momentum penguatan karakter, spiritualitas, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kemah Pramuka Madrasah tersebut merupakan hasil kerja sama UIN FAS Bengkulu dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Pembukaan kegiatan dihadiri Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., Rektor UIN FAS Bengkulu Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., jajaran wakil rektor, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu, jajaran Polda Bengkulu, TNI, serta para pembina dan peserta pramuka madrasah.
Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat hari, para peserta mendapatkan berbagai pembinaan dan pengalaman kepramukaan. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada keterampilan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai religius.
Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menegaskan bahwa kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan visi dan misi Kementerian Agama. Menurutnya, nilai spiritual harus menjadi fondasi utama dalam pembinaan pramuka madrasah.

“Kalau kita baca Dasa Dharma Pramuka, pasti nomor satu menyangkut takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai spiritual harus menjadi basis kepramukaan. Karenanya, tidak boleh anak madrasah meninggalkan, mengabaikan, atau melalaikan ibadah, khususnya salat lima waktu,” tegas Suyitno.
Ia bahkan meminta para pembina untuk memastikan pelaksanaan ibadah peserta selama mengikuti perkemahan, terutama salat berjemaah. Menurutnya, kegiatan perkemahan harus menjadi ruang pendidikan spiritual yang nyata bagi peserta didik.
“Saya minta betul nanti Pak Kanwil dan kakak-kakak pembina dicek, terutama salat berjemaahnya. Karena ini tempat latihan, tempat mendidik spiritual anak-anak. Kalau di tempat latihan saja mereka sudah lengah, apalagi di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Selain spiritualitas, Suyitno menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengaitkan nilai “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” dalam Dasa Dharma Pramuka dengan program ekoteologi yang dikembangkan Kementerian Agama.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini harus menjadi bagian dari pendidikan peserta didik. Pramuka madrasah, kata dia, tidak cukup hanya memahami nilai-nilai kepedulian terhadap alam secara teori, tetapi juga perlu mengimplementasikannya dalam kegiatan nyata.

“Kita harus empati, kita harus peduli. Maknanya, pramuka nilai-nilainya semuanya sejalan dengan nilai-nilai religiositas,” tuturnya.
Suyitno juga menegaskan bahwa pendidikan madrasah perlu dibangun melalui tiga fondasi, yakni spiritualitas, kepedulian ekologis, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Program madrasah kita sekarang juga semuanya berbasis tiga hal tadi: membangun spiritualitas, membangun ekologis, dan yang tidak kalah penting juga membangun humanistik, kemanusiaan. Tiga-tiganya ini menjadi satu kesatuan yang tidak boleh ditinggalkan dalam tradisi kepramukaan dan tradisi madrasah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., mengatakan Kemah Pramuka Madrasah Daerah 2026 menjadi ruang pembinaan yang dirancang untuk membentuk peserta didik menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki religiositas.
“Selama kurang lebih empat hari di sini, anak-anak pramuka digembleng dan diberikan bekal, termasuk kedisiplinan dan jati diri serta kemandirian sesuai dengan amanat undang-undang. Sehingga kelak anak-anak pramuka ini selain mandiri, selain disiplin, selain punya tanggung jawab, juga punya religiositas yang sanggup dibangun,” ujar Saefudin.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kebersamaan. Para pembina dan peserta diharapkan dapat membaur dalam seluruh rangkaian kegiatan sehingga tercipta suasana pendidikan yang menyenangkan dan bermakna.
Selain pembinaan karakter, kepedulian terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui kegiatan nyata. Salah satunya melalui rencana penebaran benih ikan dan pelepasan burung sebagai bentuk implementasi nilai ekoteologi.
“Besok pagi, insyaallah, kita juga akan menebar benih ikan dan melepas burung sebagai bukti nyata bahwa anak-anak pramuka juga peduli dan sudah mengimplementasikan ekoteologi,” ungkap Saefudin.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, baik Provinsi Bengkulu maupun Kota Bengkulu, atas dukungan terhadap Kementerian Agama dan madrasah.
“Kepada semua undangan Forkopimda, baik provinsi maupun Kota Bengkulu, terutama Bapak Gubernur melalui Bapak Asisten I, kami mengucapkan terima kasih atas support-nya selama ini, support terhadap Kementerian Agama dan support terhadap madrasah,” tuturnya.
Kemah Pramuka Madrasah Daerah Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perkemahan semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana pembentukan generasi madrasah yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan akademik, kekuatan spiritual, kemandirian, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan.
Dengan dukungan UIN FAS Bengkulu, Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pembina, Kemah Pramuka Madrasah 2026 diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

