You are currently viewing Prof. Riswanto Paparkan Penyusunan Kamus Bahasa Rejang Tiga Bahasa dalam Kuliah Tamu di ANU Australia

Prof. Riswanto Paparkan Penyusunan Kamus Bahasa Rejang Tiga Bahasa dalam Kuliah Tamu di ANU Australia

UINFASBengkulu – Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Riswanto, Ph.D., menjadi pemateri dalam kuliah tamu yang diselenggarakan di School of Culture, History and Language (CHL), Australian National University (ANU), Canberra, Australia. Kegiatan akademik tersebut membahas dokumentasi kosakata Bahasa Rejang dan pengembangannya ke dalam tiga bahasa.

Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen School of Culture, History and Language, ANU. Forum ini menjadi ruang akademik untuk memperkenalkan kekayaan bahasa daerah Indonesia, khususnya Bahasa Rejang, sekaligus mendiskusikan pendekatan penelitian dan pengembangan kamus berbasis riset.

Dalam pemaparannya, Prof. Riswanto menjelaskan proses penyusunan kamus Bahasa Rejang ke dalam tiga bahasa dengan menggunakan metode Research and Development (R&D). Metode tersebut digunakan untuk mengembangkan produk kebahasaan melalui tahapan penelitian, pengumpulan data, pengembangan, validasi, serta penyempurnaan produk.

Menurut Prof. Riswanto, dokumentasi Bahasa Rejang memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai upaya pengembangan ilmu kebahasaan, tetapi juga sebagai bagian dari pelestarian kekayaan budaya lokal.

“Penyusunan kamus Bahasa Rejang dalam tiga bahasa merupakan bagian dari upaya mendokumentasikan dan melestarikan bahasa daerah melalui pendekatan akademik. Dengan metode Research and Development, data kosakata yang dikumpulkan tidak berhenti pada dokumentasi, tetapi dikembangkan menjadi produk kebahasaan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pelestarian bahasa,” ujar Prof. Riswanto.

 

Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut dilakukan dengan memperhatikan data kebahasaan yang bersumber dari penutur Bahasa Rejang. Data kemudian dianalisis dan dikembangkan secara sistematis sehingga dapat menghasilkan kamus yang memiliki nilai akademik sekaligus manfaat praktis bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan dokumentasi Bahasa Rejang yang lebih sistematis dan dapat diakses dalam konteks yang lebih luas. Pengembangan ke dalam tiga bahasa diharapkan dapat membuka ruang interaksi akademik dan memperkenalkan Bahasa Rejang kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk komunitas akademik internasional,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga relevan dengan bidang kajian CHL ANU yang memiliki perhatian terhadap bahasa, linguistik, serta dokumentasi bahasa-bahasa di kawasan Asia dan Pasifik. CHL menyebut dokumentasi bahasa-bahasa yang belum banyak dideskripsikan sebagai bagian penting dari penelitian untuk memahami keragaman bahasa dan kebudayaan kawasan.

Bagi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, kehadiran Prof. Riswanto dalam forum akademik di ANU menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan potensi penelitian kebahasaan yang berasal dari Bengkulu.

Sebelumnya, Prof. Riswanto juga tercatat berhasil lolos dalam Program Visiting Professor/Visiting Scholar 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI, untuk melaksanakan kegiatan akademik di Australian National University. Program tersebut mencakup kolaborasi penelitian, seminar ilmiah, pengembangan publikasi internasional, serta penjajakan kerja sama kelembagaan.