UINFAS Bengkulu – Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar apel gabungan yang diikuti oleh seluruh civitas akademika di halaman Gedung Rektorat, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya dipimpin langsung oleh Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. H. Khairuddin, M.Ag., sejak resmi dilantik.

Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang kini diembannya sebagai pimpinan universitas.
“Ini adalah pertama kalinya saya berdiri di sini sebagai pemimpin apel setelah dilantik menjadi rektor. Tentu ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menyatukan visi dan semangat kita bersama dalam memajukan kampus,” ujar Rektor.
Rektor juga menyoroti dinamika global, khususnya situasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang dinilai memiliki dampak luas terhadap kondisi ekonomi dan politik dunia. Ia mengingatkan seluruh civitas akademika untuk tetap adaptif dan responsif terhadap berbagai kemungkinan kebijakan yang diambil pemerintah sebagai dampak dari situasi tersebut.
“Kita harus terus mengamati perkembangan global, karena konflik internasional seperti yang terjadi saat ini akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi dan politik dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, kita harus siap memahami setiap kebijakan yang mungkin diambil pemerintah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menyinggung kemungkinan penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan instansi pemerintah. Ia menegaskan bahwa WFH bukan berarti libur, melainkan tetap bekerja dengan tanggung jawab penuh dari rumah. Bahkan, menurutnya, pola kerja Work From Anywhere (WFA) berpotensi menjadi budaya baru dalam sistem kerja aparatur sipil negara (ASN).
“WFH bukanlah libur, tetapi bekerja dari rumah dengan tanggung jawab yang sama. Ke depan, WFA bisa menjadi budaya baru bagi ASN, bukan lagi kebijakan sementara,” jelasnya.
Di akhir amanatnya, Rektor memberikan penekanan khusus kepada para dosen agar menghargai setiap proses dalam perjalanan karier akademik. Ia mengingatkan bahwa pencapaian tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui tahapan yang harus dilalui dengan kesungguhan dan integritas.
“Saya menegaskan kepada seluruh dosen untuk menghargai proses. Jenjang karier itu tidak instan, tetapi melalui tahapan yang harus dijalani dengan baik. Proses itulah yang akan membentuk kualitas dan integritas kita sebagai akademisi,” tutupnya.
Apel gabungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan komitmen seluruh civitas akademika UINFAS Bengkulu dalam menghadapi tantangan global serta meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan di lingkungan kampus.

