UINFASBengkulu — Dosen Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), UIN Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu, Ahmad Walid, menerbitkan buku akademik berjudul Management of Science Kits and School Science Laboratories: Concepts, Organization, Safety, and Practice for Science Education melalui penerbit internasional Springer. Karya ini mengangkat pentingnya pengelolaan perangkat pembelajaran sains dan laboratorium sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains.

Buku tersebut membahas berbagai aspek penting dalam manajemen laboratorium sains, mulai dari konsep dan organisasi laboratorium, pengelolaan inventaris peralatan, keselamatan dan kesehatan kerja, penanganan bahan kimia, hingga pengelolaan limbah. Selain itu, buku ini mengulas desain kegiatan praktikum, evaluasi pembelajaran laboratorium, serta pemanfaatan teknologi modern dalam pendidikan sains.
Melalui karya ini, Ahmad Walid memadukan landasan konseptual dengan pendekatan praktis untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan fasilitas pembelajaran sains. Laboratorium tidak hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan peralatan dan pelaksanaan eksperimen, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pendidikan yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pemeliharaan, penerapan prosedur keselamatan, serta evaluasi secara berkelanjutan.
Kehadiran buku ini relevan dengan perkembangan pendidikan sains yang semakin menekankan pembelajaran berbasis eksperimen dan pengalaman langsung. Melalui kegiatan pengamatan, percobaan, dan pengujian, peserta didik dapat memahami konsep-konsep ilmiah secara lebih konkret sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah, dan sikap ilmiah.
Namun, optimalisasi fungsi laboratorium membutuhkan tata kelola yang baik agar setiap kegiatan praktikum berlangsung secara aman, efektif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Ketersediaan peralatan yang memadai perlu diimbangi dengan sistem pengelolaan yang profesional, prosedur keselamatan yang jelas, serta pemanfaatan fasilitas secara terencana.
Karena itu, buku Management of Science Kits and School Science Laboratories hadir sebagai referensi bagi guru sains, pengelola laboratorium, tenaga pendidik, praktisi pendidikan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pengembangan fasilitas pembelajaran sains. Materi yang disajikan diharapkan dapat membantu pembaca memahami prinsip-prinsip pengelolaan laboratorium sekaligus mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.
Penerbitan buku melalui Springer juga menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pemikiran akademik mengenai pengelolaan laboratorium pendidikan kepada pembaca yang lebih luas, termasuk komunitas akademik dan praktisi pendidikan sains di tingkat internasional. Springer dikenal sebagai penerbit akademik internasional yang menerbitkan berbagai karya ilmiah dan buku referensi dalam beragam bidang ilmu pengetahuan.
Karya ini sekaligus memperkaya literatur mengenai manajemen fasilitas pembelajaran sains, khususnya dalam konteks pengelolaan perangkat sains dan laboratorium sekolah. Pembahasan di dalamnya diharapkan dapat mendukung penguatan budaya keselamatan, peningkatan profesionalisme pengelolaan laboratorium, serta pengembangan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas dan keterampilan ilmiah peserta didik.
Melalui penerbitan buku ini, Ahmad Walid turut berkontribusi dalam pengembangan literatur pendidikan sains yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan pendidik dan akademisi. Karya tersebut diharapkan menjadi referensi dalam mendorong pengelolaan laboratorium yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pembelajaran sains yang mengedepankan pengalaman praktis, eksplorasi, dan pemahaman ilmiah secara mendalam.
Pada akhirnya, pengelolaan laboratorium yang baik bukan sekadar memastikan peralatan tersedia dan berfungsi, melainkan menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan kondusif bagi peserta didik untuk mengeksplorasi pengetahuan, mengembangkan keterampilan eksperimen, serta membangun pemahaman ilmiah yang lebih mendalam.

