UINFASBengkulu — Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu melalui UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan menggelar Pelatihan Metode Membaca Al-Qur’an Yanbu’a bagi Mahasiswa Tahun 2026, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang diikuti 50 mahasiswa dari berbagai fakultas ini menjadi bagian dari upaya universitas meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus mendukung program prioritas Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu periode 2026–2030 dalam mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.

Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, benar, fasih, dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Metode Yanbu’a dipilih karena memberikan pendekatan pembelajaran yang sistematis dan bertahap, sehingga peserta dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui pembelajaran teori dan praktik secara langsung.
Didukung Pimpinan Lintas Fakultas
Kegiatan pelatihan mendapat dukungan dari unsur pimpinan fakultas di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Dalam pembukaan kegiatan hadir perwakilan Wakil Dekan dari Fakultas Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, serta Fakultas Tarbiyah dan Tadris.
Kehadiran para pimpinan fakultas tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk memperkuat pembinaan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa. Sinergi antara UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan dengan fakultas menjadi salah satu langkah penting dalam membangun pembinaan keagamaan mahasiswa secara terintegrasi.
Dalam pembukaan juga ditekankan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan kompetensi keagamaan mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Karena itu, pembinaan baca Al-Qur’an membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur akademik dan kelembagaan di lingkungan universitas.

Selaras dengan Program Prioritas Rektor
Pelatihan Metode Yanbu’a ini memiliki keterkaitan erat dengan Program Kerja Prioritas Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tahun 2026–2030, khususnya agenda pengentasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan mahasiswa.
Melalui program tersebut, universitas berkomitmen memastikan mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan mengambil peran strategis dalam mendukung pencapaian target tersebut melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan membaca Al-Qur’an secara sistematis dan berkelanjutan.
Menghadirkan Narasumber Bersertifikat Yanbu’a
Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang telah memiliki sertifikat pelatihan Metode Yanbu’a, yakni Ustaz Erwin Juliansyah, S.Sos. dan Ustaz Abdurrahman Alfarauqi, S.Pd.
Kehadiran narasumber bersertifikat diharapkan dapat memastikan peserta memperoleh materi sesuai dengan prinsip dan tata cara pembelajaran Metode Yanbu’a. Pembelajaran dilakukan melalui perpaduan teori dan praktik sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam membaca Al-Qur’an.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan dan pelafalan huruf hijaiyah, ketepatan makharijul huruf, penerapan kaidah tajwid, kelancaran membaca, serta peningkatan kefasihan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
Peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan bacaan secara langsung dan memperoleh koreksi dari narasumber. Pendekatan praktis tersebut membantu peserta mengenali kesalahan bacaan sekaligus memahami teknik memperbaikinya.
Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki bekal yang memadai untuk terus mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara mandiri sekaligus membantu mahasiswa lain yang membutuhkan pendampingan.
50 Peserta Disiapkan Menjadi Tutor Sebaya
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan individu, pelatihan ini dirancang agar memberikan dampak yang lebih luas bagi lingkungan mahasiswa. Sebanyak 50 peserta diharapkan dapat berperan sebagai tutor sebaya (peer tutor) bagi mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an.
Sebagai tutor sebaya, peserta diharapkan mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada teman-temannya, baik di lingkungan fakultas maupun dalam komunitas akademik.
Mereka dapat membantu mahasiswa lain mengenal huruf hijaiyah, memperbaiki pelafalan dan makharijul huruf, meningkatkan kelancaran membaca, serta menerapkan kaidah tajwid secara tepat.
Pola ini menempatkan peserta bukan hanya sebagai penerima manfaat program, tetapi juga sebagai agen penggerak literasi Al-Qur’an di lingkungan kampus. Mereka diharapkan menjadi perpanjangan tangan UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan dalam memperluas jangkauan pembinaan baca Al-Qur’an.
Model tutor sebaya juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif, komunikatif, dan berkelanjutan. Interaksi antarmahasiswa memungkinkan proses pembelajaran berlangsung dalam suasana yang lebih dekat, terbuka, dan tidak kaku.
Membangun Gerakan Bersama Mengentaskan Buta Aksara Al-Qur’an
Pelibatan unsur pimpinan fakultas, UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan, narasumber bersertifikat Yanbu’a, serta mahasiswa sebagai peserta sekaligus calon tutor sebaya menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama untuk mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di lingkungan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu.
Upaya tersebut tidak berhenti pada pelatihan formal. Pembinaan diharapkan dapat dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan aktif mahasiswa sehingga proses pembelajaran Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa.
Pelatihan Metode Membaca Al-Qur’an Yanbu’a Tahun 2026 sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara program kerja UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan dengan Program Kerja Prioritas Rektor UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Tahun 2026–2030.
Ke depan, pembinaan baca Al-Qur’an diharapkan terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa serta memperkuat jaringan tutor sebaya di setiap fakultas. Dengan pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan, target pengentasan buta aksara Al-Qur’an di kalangan mahasiswa diharapkan dapat diwujudkan secara optimal.
UPT Studi Al-Qur’an dan Ibadah Kemasyarakatan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan Al-Qur’an yang edukatif, terukur, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, mencintai Al-Qur’an, serta mampu memberikan manfaat bagi sesama.

