You are currently viewing Empat Dosen FEBI UIN FAS Bengkulu Tampil di Konferensi Internasional ICSEM 2026 Malaysia, Angkat Inovasi Wakaf Digital

Empat Dosen FEBI UIN FAS Bengkulu Tampil di Konferensi Internasional ICSEM 2026 Malaysia, Angkat Inovasi Wakaf Digital

UINFASBengkulu – Empat dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan berpartisipasi sebagai presenter dalam The 1st International Case Study Conference on Economics & Muamalat 2026 (ICSEM 2026) yang diselenggarakan oleh Faculty of Economics and Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), pada Rabu (21/10/2026).

Keempat dosen tersebut adalah Nilda Susilawati, M.Ag., Khairiah ElWardah, M.Ag., Dr. Desi Isnaini, M.A., dan Esti Alfiah, M.Ag. Keikutsertaan mereka dalam konferensi ilmiah internasional ini menjadi wujud kontribusi akademisi UIN FAS Bengkulu dalam memperluas jejaring keilmuan sekaligus mendorong pengembangan inovasi di bidang ekonomi dan keuangan Islam.

Mengusung tema “Case Studies for Teaching and Learning: Real-World Impact and Innovation”, ICSEM 2026 dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 60 presenter dari 16 perguruan tinggi serta institusi di tiga negara, yakni Malaysia, Pakistan, dan Indonesia. Rangkaian konferensi mencakup dua agenda utama, yaitu Featured Workshop dan Parallel Session yang menjadi forum pemaparan hasil penelitian.

Dalam konferensi tersebut, tim dosen FEBI UIN FAS Bengkulu mengangkat subtema Islamic Social Finance atau keuangan sosial Islam. Salah satu perwakilan tim, Khairiah ElWardah, M.Ag., mempresentasikan makalah berjudul “Digital Waqf Crowdfunding for Halalpreneur Empowerment: An Islamic Social Finance Model in Indonesia.”

Makalah tersebut membahas model inovatif pemanfaatan teknologi digital dalam penghimpunan dan pengelolaan dana wakaf untuk mendukung pemberdayaan pelaku usaha halal (halalpreneur) di Indonesia. Khairiah menyampaikan presentasinya pada urutan ketiga dalam sesi paralel ke-9.

Menariknya, Khairiah membuka presentasi dengan pantun Melayu yang mencerminkan kedekatan budaya antara Indonesia dan Malaysia. Pembukaan kreatif tersebut menciptakan suasana hangat dan mendapat sambutan positif dari moderator, pembahas (discussant), serta peserta konferensi yang mengikuti kegiatan melalui platform Zoom.

Penelitian kolaboratif tim FEBI UIN FAS Bengkulu ini menawarkan kerangka pemberdayaan melalui enam tahapan yang mengintegrasikan penghimpunan dana wakaf ritel, sistem crowdfunding digital, pendampingan sertifikasi halal, hingga pelaporan dampak program. Model tersebut dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha yang bergerak di sektor halal.

Gagasan ini menempatkan wakaf tidak hanya sebagai instrumen ibadah dan filantropi Islam, tetapi juga sebagai potensi sumber pembiayaan sosial produktif yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Integrasi antara wakaf, platform digital, dan pendampingan usaha diharapkan mampu membuka akses pemberdayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM.

Partisipasi empat dosen FEBI UIN FAS Bengkulu dalam ICSEM 2026 sekaligus memperlihatkan komitmen sivitas akademika dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan ekonomi kontemporer. Forum internasional ini juga menjadi ruang strategis untuk berbagi gagasan, memperluas kolaborasi akademik lintas negara, serta memperkenalkan kontribusi keilmuan perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Islam.

Melalui capaian ini, FEBI UIN FAS Bengkulu diharapkan terus memperkuat budaya riset, meningkatkan publikasi dan kolaborasi internasional, serta menghasilkan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.