You are currently viewing FEBI dan Pascasarjana UIN FAS Bengkulu Perkuat Kolaborasi Internasional, Gandeng Dua NGO Australia untuk Pengembangan Ekonomi Syariah dan UMKM

FEBI dan Pascasarjana UIN FAS Bengkulu Perkuat Kolaborasi Internasional, Gandeng Dua NGO Australia untuk Pengembangan Ekonomi Syariah dan UMKM

UINFASBengkulu — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) bersama Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang ekonomi Islam dan pemberdayaan UMKM. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan dua organisasi nonpemerintah (NGO) di Australia, yakni Australian Center for Islamic Finance (AUSCIF) dan The ASEAN Institute of Applied Research and Innovation (AIARI).

Kerja sama ini dilaksanakan dengan menggandeng Asosiasi Prodi Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI) dan Konsorsium Prodi dan Jurusan Ekonomi Syariah (KPS ES), yang melibatkan FEBI dan Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu bersama 27 program studi ekonomi syariah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempersiapkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional di bidang ekonomi Islam dan UMKM. Melalui kerja sama ini, perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas kontribusi akademik sekaligus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang memiliki jangkauan dan dampak internasional.

Penandatanganan MoA dengan AIARI dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, bertempat di 207 Queen Street, Melbourne, Australia. Sementara itu, MoA dengan AUSCIF ditandatangani pada Jumat, 21 Agustus 2026, di Kompleks Masjid Islamic Council of Victoria (ICV), 66–68 Jeffcott Street, West Melbourne.

Dari pihak AUSCIF, penandatanganan dilakukan langsung oleh Almir Colan selaku Direktur. Sementara itu, AIARI diwakili oleh Assoc. Prof. Brian Fairman selaku Chairperson AIARI, yang juga merupakan dosen James Cook University, Cairns, Queensland, Australia.

Adapun APSESI dan KPS ES dalam kerja sama tersebut diwakili oleh Prof. Dr. Ahmad Dahlan, Guru Besar Ekonomi Islam UIN Saizu.

Keterlibatan 27 program studi ekonomi syariah dalam kerja sama ini menjadi bagian penting dalam membangun jejaring akademik dan kelembagaan secara lebih luas. Program studi yang tergabung berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain IAI DDI Maros, UIN Saizu, IAIN Fattahul Muluk Papua, UIN Jurai Siwo Lampung, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, STAI Baturaja, STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil, INSIMA Cilacap, STAI Dr. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta, Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi, UIN KH Achmad Siddiq Jember, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Institut Agama Islam Datuk Laksemana Bengkalis, Institut Islam Mamba’ul Ulum Surakarta, Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia, Institut Al-Bahjah Cirebon, STAI Al-Hidayah Tasikmalaya, STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak Sri Indrapura Riau, STIESNU Bengkulu, STAI Sirojul Falah Bogor, Universitas Muhammadiyah Kudus, FEBI Universitas Islam DDI AGH Abdurrahman Ambo Dalle, FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo, serta STIES Babussalam Jombang.

Selain 27 program studi tersebut, kerja sama juga melibatkan tiga program Magister Ekonomi Syariah, yakni Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, dan Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Secara kelembagaan, penandatanganan MoA dengan dua NGO Australia tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi internasional perguruan tinggi Islam Indonesia, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah. Kerja sama ini juga membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan program pengabdian, serta penguatan kapasitas masyarakat dan pelaku UMKM melalui pendekatan ekonomi Islam.

Keterlibatan langsung APSESI dan KPS ES yang tercantum secara formal dalam naskah MoA semakin memperkuat posisi kerja sama ini sebagai kolaborasi multipihak. Sinergi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pengembangan ekonomi syariah yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, kerja sama ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan internasional dan meningkatkan peran perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap persoalan ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan mitra internasional diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program inovatif di bidang ekonomi Islam dan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.

Dengan terjalinnya kerja sama antara FEBI, Program Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN FAS Bengkulu, APSESI, KPS ES, 27 program studi ekonomi syariah, serta dua NGO Australia tersebut, sinergi akademik dan pengabdian kepada masyarakat di bidang ekonomi syariah diharapkan semakin luas, inklusif, dan berdampak hingga tingkat internasional.