You are currently viewing ICET 2026 UIN FAS Bengkulu Seleksi 98 Artikel Ilmiah dari 399 Abstrak, Hadirkan Akademisi Internasional

ICET 2026 UIN FAS Bengkulu Seleksi 98 Artikel Ilmiah dari 399 Abstrak, Hadirkan Akademisi Internasional

UINFASBengkulu — Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu memperkuat kontribusi akademik di tingkat internasional melalui penyelenggaraan International Conference on Education and Teaching (ICET) 2026. Mengusung tema “Transforming Education for Sustainable Futures”, konferensi ini menerima 399 abstrak dan menyeleksi 98 artikel ilmiah untuk dipresentasikan dalam forum akademik internasional.

Tingginya jumlah abstrak yang masuk menunjukkan antusiasme akademisi dan peneliti dalam berbagi gagasan, hasil penelitian, serta inovasi untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini. Dari 399 abstrak yang diterima, sebanyak 192 naskah lengkap (full paper) diajukan untuk mengikuti proses seleksi dan penelaahan. Setelah melalui tahapan tersebut, 98 artikel ilmiah dinyatakan diterima untuk dipresentasikan dalam ICET 2026.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Hj. Khairiah, M.Pd., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa tema ICET 2026 sangat relevan dengan dinamika dan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga harus diiringi penguatan nilai-nilai kemanusiaan, etika, karakter, dan keberlanjutan.

“Pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penyampaian pengetahuan. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berpikir kritis, berkarakter, adaptif terhadap perubahan, menghargai keberagaman, serta memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkap Khairiah dalam sambutan pembukaan ICET 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara utama, presenter, peserta, dan panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan konferensi tersebut. Menurutnya, penelitian, inovasi, dan kolaborasi internasional merupakan elemen penting dalam mendorong kemajuan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

ICET 2026 menghadirkan empat pembicara utama (keynote speakers) dari sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Mereka adalah Prof. Meng Huat Chau, Ph.D. dari Zhejiang International Studies University, Tiongkok; Prof. Dr. Syamsu Niam, M.Ag. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia; Dr. Abdul Hamid Abdul Wahhab Muhammad Ali dari King Saud University, Arab Saudi; serta Assoc. Prof. Dr. Azali Saudi dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia.

Kehadiran para akademisi tersebut diharapkan memperkaya diskusi ilmiah dan menghadirkan perspektif lintas negara mengenai transformasi pendidikan. Berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan inovasi pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, serta penguatan kualitas pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan berorientasi pada keberlanjutan.

Ketua Panitia ICET 2026, Dr. Akhirudin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur pimpinan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, khususnya rektor dan dekan Fakultas Tarbiyah dan Tadris, atas dukungan serta kepercayaan yang diberikan dalam penyelenggaraan konferensi tersebut.

Ia turut mengapresiasi kerja keras seluruh panitia, tim pelaksana, moderator, dan pihak-pihak lain yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan. Menurutnya, keberhasilan ICET 2026 merupakan hasil kerja sama dan komitmen kolektif, terutama dari tim panitia Fakultas Tarbiyah dan Tadris.

Akhirudin berharap ICET dapat terus berkembang sebagai forum ilmiah internasional yang memperkuat budaya penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas negara.

Penyelenggaraan ICET 2026 menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Tarbiyah dan Tadris UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan transformasi pendidikan. Melalui pertukaran gagasan, diseminasi hasil penelitian, dan kolaborasi internasional, konferensi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.