You are currently viewing IFIEB 2026 Perkuat Jejaring Global, FEBI UIN FAS Bengkulu Hadirkan Festival Ekonomi dan Bisnis Islam Bertaraf Internasional

IFIEB 2026 Perkuat Jejaring Global, FEBI UIN FAS Bengkulu Hadirkan Festival Ekonomi dan Bisnis Islam Bertaraf Internasional

UINFASBengkulu – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menyelenggarakan International Festival on Islamic Economics and Business (IFIEB) 2026 pada 28–30 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Jama’an Nur UIN FAS Bengkulu ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, kompetensi, inovasi, dan kolaborasi mahasiswa dalam bidang ekonomi dan bisnis Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (29/10/2026) tersebut dihadiri oleh Rektor UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., Wakil Rektor, Dekan FEBI, Prof. Dr. Suwarjin, M.A., beserta jajaran pimpinan fakultas, panitia, akademisi, mahasiswa, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi.

IFIEB 2026 menghadirkan lima rangkaian kegiatan utama, yakni konferensi internasional, International Business Plan Competition, Olimpiade Ekonomi Syariah, Research Poster Competition, dan debat ilmiah, serta bazar kewirausahaan. Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan dunia akademik dengan praktik bisnis sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif dalam pengembangan ekonomi Islam.

Ketua Pelaksana IFIEB 2026, Dr. Amimah Oktarina, M.E., menyampaikan bahwa festival ini menjadi bagian dari upaya FEBI UIN FAS Bengkulu dalam membangun ekosistem akademik dan kewirausahaan yang kompetitif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh ruang untuk mengembangkan ide, meningkatkan kemampuan riset, mengasah keterampilan berwirausaha, serta memperluas jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Rektor: Ekonomi Islam Harus Menghadirkan Keadilan dan Pemerataan

Dalam sambutannya, Rektor UIN FAS Bengkulu, Prof. Dr. Khairudin, M.Ag., menegaskan bahwa penyelenggaraan festival internasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah awal untuk membangun tradisi akademik dan kewirausahaan yang berkelanjutan.

“Setiap tradisi besar selalu bermula dari keberanian untuk memulai. Oleh karena itu, hari ini kita tidak sekadar membuka sebuah acara, tetapi juga meletakkan batu pertama bagi lahirnya tradisi akademik dan kewirausahaan yang kita harapkan dapat tumbuh dan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, ekonomi syariah saat ini telah menjadi bagian dari arus utama perekonomian global, mencakup berbagai sektor, mulai dari industri halal, ekonomi digital, hingga filantropi Islam. Namun, keberhasilan ekonomi Islam tidak cukup diukur melalui pertumbuhan aset dan pangsa pasar.

“Keberhasilan ekonomi Islam harus diukur dari kemampuannya menghadirkan keadilan dan pemerataan. Inilah inti ekonomi Islam, yaitu bagaimana kekayaan dapat mengalir secara merata dan tidak hanya bertumpu pada individu atau kelompok tertentu,” tegasnya.

Rektor juga menitipkan tiga pesan penting melalui penyelenggaraan IFIEB 2026. Pertama, festival harus menjadi ruang pertemuan antara ilmu dan praktik sehingga teori yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Kedua, kegiatan ini diharapkan menjadi panggung bagi generasi muda untuk berinovasi, berkolaborasi, serta melahirkan gagasan dan praktik kewirausahaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketiga, festival harus menjadi jembatan yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang global melalui penguatan hubungan antara dunia akademik, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Dekan FEBI, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Rektor berharap IFIEB dapat berkembang menjadi tradisi akademik dan kewirausahaan yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi Islam.

ICIEBF 2026 Hadirkan Akademisi dari Enam Perguruan Tinggi

Salah satu agenda utama dalam rangkaian IFIEB 2026 adalah The 2nd International Conference on Islamic Economic, Business, Banking, and Finance (ICIEBF) 2026 yang diselenggarakan pada 29–30 Oktober 2026. Konferensi ini mengusung tema “Transforming the Global Islamic Economy through Digital Innovation, Sustainability, and Inclusive Growth.”

ICIEBF 2026 menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas transformasi ekonomi Islam melalui inovasi digital, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif.

Konferensi ini menghadirkan enam narasumber dari berbagai perguruan tinggi nasional dan internasional, yaitu Prof. Ismail Bin Mohd dari Universitas Putra Malaysia; Dr. Mohd Faheem dari Thammasat University, Bangkok, Thailand; Prof. Ts. Dr. Shafinar Haji Ismail, D.S.M., dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia; Mudaser Javaid, Ph.D., dari Kocaeli University, Turki; Dr. Nigora Alisherovna Khakimova, Ph.D., dari International Islamic Academy of Uzbekistan; serta Dr. Evan Stiawan, M.M., dari UIN FAS Bengkulu.

Topik yang dibahas mencakup pengembangan wakaf produktif dan dampak sosial ekonomi berkelanjutan, transformasi digital dan kepemimpinan etis dalam bisnis Islam, serta perkembangan keuangan Islam di Uzbekistan. Ragam perspektif tersebut memperkaya diskusi mengenai peluang dan tantangan pengembangan ekonomi Islam dalam menghadapi perubahan ekonomi global.

Selain sesi pleno, konferensi ini juga menyelenggarakan online parallel sessions yang diikuti presenter dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Sebanyak 76 presenter telah melalui proses penelaahan ilmiah (peer review) dan dinyatakan diterima untuk mempresentasikan makalah lengkap mereka dalam konferensi.

Melalui forum ini, penyelenggara berharap terbangun jejaring akademik internasional yang lebih luas, meningkatnya kualitas publikasi ilmiah, serta bertambahnya kontribusi penelitian bagi pengembangan ekonomi, bisnis, perbankan, dan keuangan Islam.

Penyelenggaraan IFIEB dan ICIEBF 2026 menegaskan komitmen FEBI UIN FAS Bengkulu untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi Islam yang inovatif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan, kolaborasi, dan generasi muda yang mampu membawa ekonomi dan bisnis Islam berkontribusi lebih luas di tingkat global.