UINFASBengkulu – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Fakultas Tarbiyah dan Tadris Uinfas Bengkulu, menggelar deklarasi penolakan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Qur’an Harsallakum, Kota Bengkulu, Rabu (20/5/2026), dengan mengusung tema “Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual untuk Lingkungan Sekolah yang Aman.”
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya kasus kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan. Melalui deklarasi ini, mahasiswa tidak hanya menyuarakan penolakan, tetapi juga memberikan edukasi kepada peserta didik tentang pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Dosen pendamping, Dr. Hermi Pasmawati, M.Pd.Kons., menegaskan bahwa tingginya angka kekerasan seksual menjadi latar belakang utama terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman sekaligus ruang tumbuh bagi lahirnya generasi emas masa depan.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi peserta didik untuk berkembang. Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Edukasi seperti ini penting agar siswa memiliki kesadaran dan keberanian untuk melindungi diri,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Adi Saputra, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu yang sangat krusial di dunia pendidikan.


“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Uinfas Bengkulu tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Kami mendorong mahasiswa untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan, terutama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kampus berkomitmen mendukung berbagai program edukatif yang berorientasi pada pembentukan karakter dan perlindungan peserta didik dari berbagai bentuk kekerasan.
Melalui kegiatan ini, Uinfas Bengkulu kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka, berintegritas, dan siap menjadi pelopor perubahan di masa depan.

