You are currently viewing Perbankan Mitra UIN FAS Bekali Mahasiswa Baru dengan Literasi Keuangan dan Keamanan Digital

Perbankan Mitra UIN FAS Bekali Mahasiswa Baru dengan Literasi Keuangan dan Keamanan Digital

UINFASBengkulu — Literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa baru dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dunia kerja. Karena itu, Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UIN FAS) Bengkulu menghadirkan sejumlah perbankan mitra dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (18/8/2026) di Gedung Kuliah Terpadu UIN FAS Bengkulu tersebut menghadirkan Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Indonesia (BI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Kehadiran lembaga keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai literasi keuangan, keamanan transaksi digital, perbankan syariah, serta peluang pengembangan kompetensi dan karier.

Bank Indonesia dalam pemaparannya menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan layanan keuangan digital. Mahasiswa diingatkan untuk tidak memberikan kode one-time password (OTP), PIN, maupun data pribadi seperti KTP kepada pihak lain.

Selain itu, mahasiswa diminta memastikan keaslian tautan, domain, dan akun resmi sebelum melakukan transaksi atau memberikan informasi pribadi. Penggunaan aplikasi resmi, pembaruan aplikasi secara berkala, aktivasi notifikasi transaksi, serta pelaporan segera apabila menemukan indikasi penipuan juga menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data dan dana.

Sementara itu, BSI memperkenalkan konsep perbankan syariah sebagai layanan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan finansial, tetapi juga memperhatikan aspek spiritual dan sosial. Materi yang disampaikan meliputi perbedaan perbankan konvensional dan syariah, produk tabungan haji, layanan bank emas, hingga peluang karier di industri perbankan syariah.

BSI juga memperkenalkan berbagai peluang bagi mahasiswa, mulai dari pengembangan kompetensi, kegiatan organisasi, program magang, hingga peluang rekrutmen. Mahasiswa didorong untuk membangun kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, adaptasi, dan literasi digital sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Adapun BTN memperkenalkan sejumlah layanan dan inovasi perbankan digital, termasuk aplikasi balé by BTN. Layanan tersebut memberikan berbagai kemudahan, seperti pembukaan rekening, pembayaran, transfer, investasi, pembelian produk digital, dan kebutuhan transaksi lainnya.

BTN juga memberikan informasi mengenai produk tabungan dan layanan perbankan yang dapat mendukung kebutuhan mahasiswa serta civitas akademika.

Di sisi lain, BRI turut berpartisipasi sebagai salah satu perbankan mitra UIN FAS Bengkulu. Kehadiran BRI semakin memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri perbankan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan secara bijak.

Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab. Para mahasiswa baru aktif menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber, mulai dari keamanan transaksi digital, layanan perbankan syariah, produk tabungan, pengelolaan keuangan pribadi, hingga peluang karier di sektor perbankan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan pembagian doorprize bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi. Interaksi tersebut membuat materi literasi keuangan yang disampaikan menjadi lebih komunikatif dan dekat dengan kebutuhan mahasiswa.

Keterlibatan BSI, BRI, BI, dan BTN dalam PBAK 2026 menunjukkan bahwa pembekalan mahasiswa baru tidak hanya berorientasi pada pengenalan kehidupan akademik, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era digital.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa baru UIN FAS Bengkulu diharapkan mampu menjadi generasi yang cakap mengelola keuangan, bijak memanfaatkan layanan digital, kritis terhadap berbagai modus penipuan, serta memiliki kesiapan kompetensi untuk menghadapi dunia kerja.

Sinergi antara UIN FAS Bengkulu, lembaga negara, dan perbankan mitra menjadi langkah strategis dalam membentuk mahasiswa yang berpengetahuan, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.