UINFASBengkulu – Sebanyak 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris (FTT) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu resmi diserahkan kepada Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Jenggalu untuk mengikuti program pesantrenisasi sebagai bagian dari penguatan kompetensi keagamaan dan pembinaan karakter mahasiswa, Rabu (4/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Jenggalu tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Tadris Dr. Adi Saputra, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Agama Islam Sutrian Efendi, M.Pd., Ketua Panitia Hengki Satrisno, M.Pd.I., serta unsur dosen Program Studi PAI.
Sementara itu, dari pihak Pondok Pesantren Raudlatul Ulum hadir Direktur Pondok Pesantren Dr. Sa’adah Mardliyati, M.A., beserta para ustaz dan ustazah yang akan mendampingi mahasiswa selama mengikuti program pembinaan di lingkungan pesantren.
Program pesantrenisasi ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Tarbiyah dan Tadris dalam memperkuat kompetensi keislaman mahasiswa, khususnya dalam penguasaan baca tulis Al-Qur’an, praktik ibadah, pendalaman nilai-nilai keislaman, serta pembentukan karakter dan akhlak mulia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dalam lingkungan pesantren yang sarat dengan nilai-nilai religius dan pendidikan karakter.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Dr. Adi Saputra, M.Pd., menyampaikan bahwa program pesantrenisasi menjadi salah satu langkah strategis fakultas dalam menyiapkan mahasiswa PAI sebagai calon pendidik agama Islam yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan berakhlak mulia.
“Pesantrenisasi merupakan wadah yang sangat penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai keislaman mahasiswa. Melalui kehidupan di pesantren, mahasiswa akan belajar tentang tanggung jawab, kebersamaan, serta pembiasaan ibadah yang menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon guru Pendidikan Agama Islam. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengambil sebanyak mungkin hikmah serta pengalaman yang diberikan oleh para ustaz dan ustazah di pondok pesantren,” ujar Adi Saputra.
Koordinator Program Studi PAI, Sutrian Efendi, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Prodi PAI dalam menghasilkan lulusan yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan kompetensi keagamaan.
Menurutnya, pengalaman hidup dan belajar di lingkungan pesantren akan memberikan penguatan terhadap karakter, spiritualitas, serta kemampuan mahasiswa dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara lebih komprehensif.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Jenggalu, Dr. Sa’adah Mardliyati, M.A., menyambut baik kehadiran mahasiswa Program Studi PAI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan menyatakan kesiapan pondok dalam mendampingi serta membina mahasiswa selama mengikuti program pesantrenisasi.
“Kami merasa terhormat mendapatkan kepercayaan untuk menjadi mitra dalam pelaksanaan program pesantrenisasi ini. Pondok Pesantren Raudlatul Ulum siap memberikan pendampingan dan pembinaan kepada mahasiswa agar mereka memperoleh pengalaman spiritual, intelektual, dan sosial yang bermakna. Semoga kegiatan ini mampu memperkuat wawasan keislaman, membentuk karakter yang baik, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada umat dan masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan penyerahan mahasiswa ditandai dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis dari pihak Fakultas Tarbiyah dan Tadris kepada pihak Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Jenggalu. Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pesantren dalam mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Melalui program pesantrenisasi ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman spiritual dan akademik yang bermakna sebagai bagian dari proses pembentukan calon pendidik agama Islam yang profesional, moderat, berintegritas, serta mampu menjadi teladan di tengah kehidupan bermasyarakat.

