UINFASBengkulu – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu menggelar Workshop Review dan Penguatan Implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dan MBKM Free Form Tahun 2024 di Ruang Rapat FEBI, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman serta meningkatkan kesiapan implementasi kurikulum OBE dan MBKM Free Form di lingkungan FEBI.

Workshop tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. dari UIN Salatiga, serta diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur dunia usaha dan dunia industri (DUDI), instansi pemerintah, dosen, mahasiswa, hingga alumni. Sejumlah mitra yang hadir di antaranya perwakilan Bank Indonesia, Dinas Koperasi Provinsi Bengkulu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi dan Kota Bengkulu, Bursa Efek Indonesia, KISI Sekuritas, Tour and Travel Haji dan Umrah, serta Badan Wakaf Indonesia.
Dari unsur internal kampus, kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., Dekan FEBI beserta jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, dan alumni.
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan terkait implementasi Kurikulum OBE dan MBKM Free Form Tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas pelaksanaan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta memperkuat implementasi MBKM Free Form pada masing-masing program studi di lingkungan FEBI.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wakil Rektor I UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Asnaini, M.A., menekankan pentingnya transformasi kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.
“Implementasi kurikulum OBE dan MBKM Free Form merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan kemampuan adaptif sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dalam arahannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang siap diterapkan di dunia kerja.
“Saat ini, lulusan tidak cukup hanya dibekali dengan capaian akademik berupa nilai teori semata. Mahasiswa harus memiliki keterampilan, pengalaman, dan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh mitra di dunia industri, sehingga mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. menjelaskan bahwa penerapan OBE dan MBKM Free Form merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa.
“Outcome-Based Education menempatkan capaian pembelajaran sebagai fokus utama dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman,” jelas Prof. Budiyono.
Ia juga menambahkan bahwa implementasi MBKM Free Form memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang beragam melalui kolaborasi dengan berbagai mitra eksternal.
Melalui workshop ini, FEBI UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global. Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

